Berita Palembang

Warga 5 Ulu Palembang Resah, Jalan Utama Ambles dan tak Kunjung Diperbaiki

Jalan yang ambles hingga berlubang besar itu belum juga mendapatkan perbaikan dari pemerintah, Kamis (30/4/2026).

Tayang:
Penulis: Angga | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Angga
JALAN RUSAK - Kondisi memprihatinkan jalan Wahid Hasyim Lorong Terusan 1, 5 Ulu darat, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang ambles hingga berlubang kini belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah kota Palembang. pada Kamis (30/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Wahid Hasyim Lorong Terusan 1 di Palembang ambles parah dan belum diperbaiki, sehingga sulit dilalui kendaraan.
  • Warga mengeluhkan akses utama terputus dan sudah banyak kejadian warga terjatuh, termasuk saat membawa jenazah.
  • PUPR telah meninjau lokasi, namun perbaikan masih menunggu kejelasan status kewenangan jalan.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kondisi Jalan Wahid Hasyim Lorong Terusan 1, kawasan 5 Ulu Darat, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumsel, semakin memprihatinkan.

Jalan yang ambles hingga berlubang besar itu belum juga mendapatkan perbaikan dari pemerintah, Kamis (30/4/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan akses jalan tersebut kini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Bahkan pengendara sepeda motor pun hanya dapat melintas secara terbatas di sisi jalan yang masih tersisa.

Kondisi jalan yang rapuh dan berlubang di sepanjang ruas membuat warga harus ekstra hati-hati, karena berisiko terjatuh ke sungai di sisi jalan.

Di beberapa titik, badan jalan bahkan sudah hilang sehingga warga terpaksa berjalan di pinggiran sempit.

Ketua RT 42, Nursiah, mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari ke pasar, puskesmas hingga ke sekolah.

“Ini jalan utama warga. Kami sudah sering mengajukan perbaikan, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, kondisi jalan sudah menyebabkan sejumlah warga terjatuh. Bahkan, pernah terjadi insiden saat warga membawa keranda jenazah yang ikut terjatuh akibat sempitnya akses jalan.

Keresahan warga semakin bertambah karena kerusakan yang tak kunjung diperbaiki. Sejumlah titik jalan kini juga dipenuhi sampah rumah tangga yang menimbulkan bau tidak sedap.

Warga lainnya, Rosdiana, menyebut kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2019 dan semakin parah dalam delapan bulan terakhir.

“Sekarang kondisinya makin parah. Warga masih terpaksa melintas, terutama pengendara motor,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, sebagian warga bahkan harus menggunakan jembatan kayu untuk mengakses rumah mereka.

Kondisi ini menyulitkan terutama bagi lansia dan ibu hamil yang membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan.

Warga berharap pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kota Palembang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut.

Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang telah melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi.

Namun, perbaikan masih menunggu kejelasan status kewenangan jalan.

“Masih kami diskusikan apakah ini kewenangan provinsi atau kota, karena ada prosedur yang harus diikuti,” ujar perwakilan tim PUPR.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved