Dosen UPGRI Palembang Ajarkan 10 Sekolah Jadi Sekolah Adiwiyata

Untuk menjadi sekolah berwawasan lingkungan atau yang biasa disebut dengan sekolah adiwiyata diperlukan bimbingan dan pengarahan.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Suasana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen prodi geografi FKIP UPGRI Palembang kepada sekolah-sekolah yang ada di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Untuk menjadi sekolah berwawasan lingkungan atau yang biasa disebut dengan sekolah adiwiyata diperlukan bimbingan dan pengarahan.

Untuk itu, sebanyak lima orang dosen program studi pendidikan geografi FKIP Universitas PGRI Palembang memberikan pengarahan kepada sekolah-sekolah yang ada di Palembang untuk mencapai predikat sekolah adiwiyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Karena untuk mencapai predikat sekolah adiwiyata ini diperlukan partisipasi semua warga sekolah, orang tua siswa, dan elemen masyarakat. Pihaknya menyiapkan mengajarkan aplikasi untuk mensosialisasikan program adiwiyata ini kepada semua warga sekolah.

Salah satu pembicara pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Drs Magdad Hatim M Hum, Selasa (7/1) mengatakan, pihaknya mengajar siswa untuk membuat poster dan video dengan menggunakan aplikasi pizap.

"Dengan aplikasi ini, anak-anak akan membuat poster dan video sederhana tentang sekolah adiwiyata. Dan hasilnya ini bisa digunakan sebagai alat sosialisasi untuk mewujudkan sekolah adiwiyata di sekolahnya," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama (LPPkMK), Dr Nila Kesumawati MSi, sebagai bentuk pengabdian diri kepada masyarakat, dosen-dosen geografi FKIP UPGRI Palembang menawarkan aplikasi berbasis android untuk menumbuhkan solidaraitas terciptanya sekolah adiwiyata.

"Dengan aplikasi ini pihaknya menjelaskan bagaima sekolag adiwiyata, desain lingkungan sekolah adiwiyata dan dasar hukumnya. Dalam kegiatam ini para dosen ino juga memberikan materi tentang kebijakan dan hal lainnya yang terkait dengan program adiwiyata," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRI Palembang, H Eddy Salam, SH MM, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengamalan tridarma perguruan tinggi, yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat. "Kegiatan ini wajib dilakukan oleh semua dosen perguruan tinggi, selain melakukan pendidikan dan penelitian," ujarnya.

Pengabdian kepada masymrakat ini untuk semua fakultas, baik itu fakultas yang bersifat akademik maupun yang bersifat non akademik.

"Mereka para dosen harus melakukan kegiatan ini di luar kampus atau di masyarakat memberikam ilmu pengetahian sesuai disiplin ilmunya. Ini juga dalam rangka peningkatan kualitas dosen untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi dan juga untuk kepentingan masyarakat dapat implementasikan ilmunya baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved