Dengar Pendapat dengan Pertamina, DPRD Sumsel Pertanyakan Kelangkaan BBM

Kalau kita lihat langsung di lapangan, untuk bahan bakar jenis premium itu sudah sangat jarang ada. Padahal itu termasuk bbm yang disubsidi

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Agus Sutikno dan Sekretaris Komisi III Didi Efriadi saat acara Rapat Dengar Pendapat dengan PT Pertamina Refinery Unit III Plaju di ruang rapat Komisi III, Selasa (17/1/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna menindaklanjuti salah satu tuntutan aksi massa Aliansi Mahasiswa Sumsel, Komisi III DPRD Sumsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PT Pertamina Refinery Unit III Plaju yang mempertanyakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, Selasa (17/1/2017).

"Kami di sini melakukan rapat dengar pendapat dengan Pertamina untuk meminta penjelasan secara formal tentang kenaikan BBM non subsidi dan kelangkaan BBM bersubsidi," ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Agus Sutikno SE MM MBA.

H Mgs Syaiful Padli ST MM, anggota Komisi III DPRD Sumsel lainnya, mempertanyakan kelangkaan BBM bersubsidi yang secara fakta telah terjadi di Sumsel dan kota Palembang pada umumnya.

"Kalau kita lihat langsung di lapangan, untuk bahan bakar jenis premium itu sudah sangat jarang ada. Padahal itu termasuk bbm yang disubsidi oleh pemerintah. Kalaupun ada paling hanya satu jalur yang menyediakan premium, tapi bukan ada di jalur untuk motor. Jadi pengendara motor malah terpaksa mengisi pertalite dengan harga yang lebih tinggi dari premium," kata Syaiful.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved