Diduga Menistakan Agama Islam, Walikota Jambi Segel Hotel N
"Saya sangat menyayangkan sekali dengan kejadian ini," ujar Zola seusai melakukan pertemuan. Zola mengataan, dirinya secara pribadi tidak terima
Masyarakat yang tergabung dalam FPI, HMI dan ormas sempat mendatangi Hotel N setelah mendapat pesan berantai dari sebuah medsos.
FPI Kota Jambi melalui Ahmad Supri mengatakan, pihaknya mendesak kepada penegak hukum harus menindak tegas terkait adanya temuan tersebut.
"Tadi kami dapat kiriman, pas dicek ternyata betul lantai berbentuk ukiran Allah, dan kami FPI sangat menyayangkan kami minta harus ada keputusan dari pihak managemen," ujarnya.

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Suasana di lokasi ditemukannya dugaan penistaan agama, Jumat (23/12)
Pihak Hotel Mengaku tak Tahu
General Manager Hotel N, Husairi, mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti kapan dibuatnya tulisan tersebut.
Husairi menjelaskan, hiasan pohon natal tersebut memang dikerjakan oleh dua orang staf hotel dan memang sudah lebih kurang dua minggu dibuat.
"Kalau dibuatnya emang sengaja kita buat tiap tahun, tapi kalau terkait lafaz tersebut saya tidak tahu kapan dibuatnya," ujarnya.
Pihaknya juga akan mencari tahu pada staf stafnya terkait siapa yang melakukan hal tersebut.
Dia membantah jika tindakan ini sengaja dilakukan oleh pihak hotel.
"Tidak mungkin ini dilakukan oleh pihak hotel, kita di sini mayoritas Islam semua," katanya.
Penulis: Abdullah Usman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/walikota-jambi-sy-fasha-saat-menyegel-hotel-novita-11_20161224_134231.jpg)