Breaking News:

Longsor di OKU Selatan

Longsor di Dua Tempat, Nurhamin Beserta Motor dan Sekarung Cabai Diduga Tertimbun Tanah

Berdasarkan keterangan Camat Sungaiare, korban di lokasi longsor pertama memang ada. Dan hingga saat ini masih dalam pencarian.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Tarso
Longsor di Dua Tempat, Nurhamin Beserta Motor dan Sekarung Cabai Diduga Tertimbun Tanah - longsor-oku-selatan_20161129_194030.jpg
istimewa
Longsor di Sungaiare OKU Selatan menyebabkan jalan tertutup material tanah, pohon dan kayu dengan ketinggian 3 hingga 7 meter.
Longsor di Dua Tempat, Nurhamin Beserta Motor dan Sekarung Cabai Diduga Tertimbun Tanah - longsor-di-oku-selatan_20161129_194340.jpg
istimewa
Longsor juga terjadi di dua titik ruas jalan menyebabkan dua kecamatan yakni Kecamatan Muarasindang dan Sindangdanau OKU Selatan terisolir.

SRIPOKU.COM, MUARADUA – Bencana tanah longsor di Kabupaten OKU Selatan kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan beberapa wilayah terisolir.

Sedikitnya empat titik lokasi longsor terjadi di wilayah OKU Selatan dalam kurun waktu empat hari terakhir masing-masing di Kecamatan Sungai Are, Pulauberingin dan dua titik lainnya di Kecamatan Muarasindang dan Sindang Danau.

Bahkan satu titik longsor yang berlokasi di Kecamatan Sungai Are diperkirakan menelan korban jiwa yang hingga saat ini belum bisa dipastikan kebenarannya karena medan untuk menuju lokasi tidak bisa menggunakan alat berat akibat terhalang material longsor.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sripo Selasa (29/11) longsor pertama kali terjadi pada Sabtu (26/11) lalu di Wilayah Kecamatan Sungaiare yang diduga memakan korban jiwa atas nama Nurhamin (53) warga Desa Pulau Kemuning, Dusun Sinarluas yang diduga tertimbun material longsor bersama Sepeda motornya dan Satu karung cabai yang akan dijual ke kalangan.

Hingga hari ini Selasa (29/11) masyarakat setempat masih berusaha mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya.

Tim dari BPBD OKU Selatan yang mencoba untuk menuju lokasi dengan membawa alat berat untuk membantu evakuasi tertahan oleh longsor kedua yang terjadi di Pulauberinginulu.

Tim yang tidak bisa menuju lokasi longsor pertama terpaksa membersihkan jalan terlebih dahulu. Namun karena material longsor yang cukup banyak seperti kayu besar dan batu, tim kemudian terpaksa harus kembali untuk membawa peralatan lainnya guna membersihkan material longsor untuk menuju longsor pertama yang diduga menelan korban jiwa.

Berdasarkan keterangan Kepala BPBD OKU selatan Zulyaser, pihaknya memang mendapat laporan adanya korban jiwa akibat bencana tanah longsor di wilayah Pulauberingin. Namun hal itu belum bisa dipastikan karena untuk menuju lokasi tim masih kesulitan mencapai lokasi longsor.

Akan tetapi kata dia, berdasarkan keterangan Camat Sungaiare, korban di lokasi longsor pertama memang ada. Dan hingga saat ini masih dalam pencarian.

Bahkan camat bersama 100 orang warganya sudah berupaya melakukan pencarian dengan menggunakan peralatan manual hingga mesin penyedot air. Namun pencarian selama dua hari dilakukan masih belum membuahkan hasil.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved