Polda Sumsel Ungkap Pelaku Teror Bom di RS Myria Palembang

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku teror bom.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga saat menginterograsi Nopriansyah tersangka pelaku teror bom di RS Myria Palembang yang terjadi pada Senin (11/7/2016) lalu pada saat gelar tersangka dan beserta barang bukti di Polda Sumsel, Kamis (21/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih selama satu minggu, Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku teror bom di RS Myria Palembang.

Pelaku yakni Nopriansyah alias Nopri (34) warga Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang.

Nopri diamankan saat tengah bekerja sebagai sopir distribusi barang di Indogrosis Jalan Pangeran Ayin Kecamatan Sako Palembang, Senin (19/7) sekitar pukul 11.00.

Dari penangkapan tersebut, berhasil diamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa ponsel merek Samsung berwarna hitam yang digunakan tersangka untuk menelpon operator RS Myria Palembang saat meneror.

Menurut keterangan tersangka, aksi teror yang dilakukannya tersebut bermula dari rasa kekecewaannya terhadap Rumah Sakit yang beralamat di Jalan Kol H Barlian Km 6,5 Palembang.

Sekitar satu tahun lalu, istrinya yang tengah hamil mengalami kecelakaan di Jembatan Ampera.

"Selang waktu satu bulan, istri saya kemudian mengalami pecah ketuban hingga harus menjalani perawatan dan akhirnya dirawat di RS Myria Palembang," jelasnya saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Kamis (21/7).

Setelah dirawat selama tiga hari dan karena keadaannya semakin parah, dikatakannya, sehingga pihak dokter pun akhirnya memutuskan untuk mengangkat rahim serta kandungan istrinya.

"Bayi saya tidak tertolong dan istri saya, kata dokter juga sudah tidak bisa lagi hamil," terangnya.

Dan kebetulan tepatnya sesaat sebelum melakukan aksi teror tersebut, dikatakannya, seorang rekannya mengejeknya.

"Dia bilang, katanya punya anak kembar sedangkan, saya tidak punya anak. Dan saat itu juga, saya langsung teringat dengan kata-kata dokter kalau istri saya sudah tidak bisa punya anak lagi,"

"Karena itu, saya langsung sakit hati dengan RS Myria Palembang hingga kemudian tiba-tiba muncul untuk meneror itu," ungkapnya.

Saat melakukan teror tersebut, masih dikatakannya, saat itu ia sedang dalam keadaan hendak membawa mobil untuk mulai pergi bekerja.

"Tiba-tiba, saya langsung mengambil ponsel dan menelpon RS Myria Palembang itu. Saya telpon sebanyak dua kali,"

"Untuk nomor telpon itu memang sudah tersimpan di ponsel saya," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved