Polda Sumsel Ungkap Pelaku Teror Bom di RS Myria Palembang

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku teror bom.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga saat menginterograsi Nopriansyah tersangka pelaku teror bom di RS Myria Palembang yang terjadi pada Senin (11/7/2016) lalu pada saat gelar tersangka dan beserta barang bukti di Polda Sumsel, Kamis (21/7). 

Usai kejadian tersebut, masih dikatakannya, ia pun kemudian bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

"Saya tidak menyangka kalau akan seperti ini. Saya sadar setelah ditangkap. Saya juga menyesal, karena ulah saya ini, tentu istri saya akan sangat merasa terpukul," katanya.

Dikatakannya, ia menikahi istrinya sudah selama empat tahun. Dan hingga saat ini belum juga dikaruniahi anak.

"Ide itu datang sendiri, bukan karena nonton di televisi atau lainnya," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, mengatakan, tersangka diamankan setelah pihaknya kurang lebih melakukan penyelidikan selama satu minggu.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka nekat melakukan aksi teror tersebut karena sakit hati setelah sekitar satu tahun lalu istrinya dirawat di sana hingga kemudian membuat istrinya keguguran dan tidak dapat hamil lagi setelah rahimnya diangkat," jelasnya.

Dan kebetulan juga, dikatakan Silitonga, sesaat sebelum melakukan aksi teror persisnya ketika tersangka hendak pergi bekerja, seorang rekannya mengejeknya hingga membuat tersangka merasa lebih sakit hati dan mengingat kejadian satu tahun lalu yang dialaminya.

"Tersangka, kemudian dengan spontan langsung menelpon RS Myria Palembang dan melakukan teror bom tersebut," terangnya.

Akibat ulah tersebut, masih dikatakan Silitonga, tersangka bakal dijerat Undang-undang Terorisme dengan ancaman 20 tahun penjara.

"Karena melakukan aksi pengancaman dengan menggunakan bom, sehingga tersangka dapat dikenakan dengan aksi terorisme," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Humas RS Myria Palembang, dr Oktavianus Tambun mengatakan, pihaknya meminta kepada awak media untuk konfirmasi langsung dengan pihak kepolisian terkait hal ini.

"Silakan tanya langsung dengan pihak kepolisian karena kami belum dapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian," kata Oktavianus kepada salah satu staf humas, Elisabeth melalui pesan singkat via BBM.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved