Kementan Dorong Importir, Segera Realisasikan Impor Daging Sapi

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para importir dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta agar lebih giat lagi memasukkan daging sap

Editor: Bedjo
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para importir dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta agar lebih giat lagi memasukkan daging sapi impor dari Australia ke Indonesia.

Berita Lainnya: Mendag Libatkan Swasta Impor Daging Sapi, Ini Alasannya

Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono mengungkapkan dari izin impor daging sapi yang dikeluarkan periode Mei-Agustus sebesar 46.300 ton hanya 15.700 atau 35 persen yang baru masuk ke dalam negeri.

Sehingga, katanya, ini yang menyebabkan pasokan kurang mencukupi dan menyebabkan kenaikan harga.

"Sebetulnya masih ada ruang (tambah pasokan). Makanya kita dorong swasta segera mengimpor," kata Hari dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Ia juga menuturkan alasan importir yang belum merealisasikan impor daging sapi adalah terhambat waktu.

"Proses importir kan memerlukan waktu, nggak bisa orang bawa duit ke Australia langsung dapat barang. Mereka selalu bekerja dengan kontrak," ucapnya.

Menurut Hari, naiknya harga daging sapi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pasokan, tetapi juga karena sejumlah pihak ingin mempertahankan harga daging sapi di atas Rp 100.000.

Penulis : Achmad Fauzi

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved