Afriansyah Cukup Hitungan Detik Bobol Sekolah di PALI

Dari pengakuan pelaku, hasil curian di sekolah mendapatkan uang Rp 1,3 juta uang tersebut dibagi tiga sesama rekannya.

Afriansyah Cukup Hitungan Detik Bobol Sekolah di PALI
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Eki dan Afriansyah (diborgol) saat diamankan di Mapolsek Talang Ubi, Senin(31/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ari Wibowo

SRIPOKU.COM, PALI -- Dua dari tiga pelaku pembobol Sekolah Dasar Negeri (SDN) 32 Talang Ubi, PALI dibekuk jajaran Polsek Talang Ubi, Senin (31/5/2016) dini hari.

Kedua pelaku, diringkus di kediaman masing-masing rumahnya, yakin Eki Satrio (29), warga Talang Baru, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi PALI, dan Afriansyah (33) warga Desa Sungai Baung, Talang Ubi, PALI. Sedangkan satu pelaku berinisial Sk (Daftar Pencurian Orang) berhasil melarikan diri.

Selain itu, juga polisi berhasil mengamankan satu unit mesin genset merek Motoyama, empat unit kipas angin merek Sekai dan satu unit Dispenser Arisa. Barang bukti tersebut disita petugas dari pembeli, Herman (DPO).

Diketahui, kejadian pembobolan SDN 32 Talang Ubi terjadi 29 April 2016 lalu. Setelah mendapatkan laporan itu, polisi langsung menindak lanjut laporan tersebut dan mencari barang bukti serta menangkap pelaku.

Dari pengakuan pelaku, hasil curian di sekolah mendapatkan uang Rp 1,3 juta uang tersebut dibagi tiga sesama rekannya.

"Hasil curian kami jual dan dapatkan uang Rp 1,3 juta, uang itu kami bagi tiga, dari hasil curian untuk biayanya keperluan sehari-hari," kata Afriansyah, Senin(31/5/2016).

Diakui Afriansyah, untuk membuka gembok di SDN 32 dilakukannya kurang dari satu menit dengan menggunakan besi behel yang sudah siapkan dari rumah.

"Dalam hitung detik, gembok sekolah sudah kami rusak dan terbuka menggunakan besi behel," kata petani karet ini.

Sementara itu, dari pengakuan Eki, dirinya cuma membantu dan mengangkat hasil curian tersebut. "Aku cuma bantu angkut barang," singkat Eki.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, SIK melalui Kapolsek Talang Ubi, Kompol Janton Silaban, SIK SH menegaskan, penangkapan itu dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat yang kehilangan atau dibobol maling.

"Ada tiga pelaku pencurian, dua orang berhasil di tangkap sedangkan satu lagi Sk (DPO) saat hendak ditangkap melarikan diri. Pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian pemberatan ancaman 7 tahun penjara," jelas Kompol Janton didampingi Kanit Reskrim Ipda Rusli SH.

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved