Liga Spanyol

Taktik Jelang Menit ke-15 Zidane Tentukan Kemenangan Madrid

"Saya sangat bangga dengan kinerja para pemain. Ini bukanlah laga yang mudah. Saya amat bahagia atas segalanya," kata Zidane seusai laga.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
www.dailymail.co.uk
Zinedine Zidane. 

SRIPOKU.COM-Telepas apakah ada faktor lucky (keberuntungan) dalam laga kali ini,Madrid keluar sebagai pemenang. Ada peran Zinedie Zidane di dalamnya. Pengalamannya sebagai pemain memberikan bekal keberaian baginya untuk merubah strategi di menit ke-15, ketiga timnya tertinggal.

Hasilnya, Real Madrid memutus rentetan tak terkalahkan Barcelona. Sekaligus memutus rekor buruk tak pernah menang dalam dua musim terakhir dalam laga El Clasico La Liga, Minggu (3/4/2016) dinihari WIB, terutama saat melawat ke Camp Nou, Madrid menang 2-1 atas tuan rumah Barcelona.

Kemenangan Madrid bukan secara kebetulan, karena ada trik Zidane dan caranya mematikan Trio Messi, Suarez, dan Neymar (MSN).
Zidane sadar kunci utama permainan Barcelona adalah menutup suplai bola ke trio Messi-Suarez-Neymar dari lini tengah. Zidane memainkan tiga gelandang defensif, mendorong Marcelo menjadi jangkar dalam transisi dari bertahan ke menyerang. Marcelona juga sukses mematikan Dani Alves yang sangat agresif.

Seperti diketahui, Enrique menggunakan formasi 4-3-3 mengandalkan Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta menjadi tumpuan Barcelona di lini tengah. Kemudian diatasi Zidane dengan formasi 4-3-3 mengandalkan dengan Toni Kroos, Casemiro, dan Luka Modric.
Meski di menit awal Madrid terlihat sangat kesulitan. Karena Barcelona mengalirkan bola ke kedua sayapnya. Bahkan setidaknya ada tiga peluang matang, yang tidak mampu diselesaikan Barcelona. Memang faktor keberuntungan juga belum berpihak.

Namun, semua berkat kejelian Zidane. Setelah banyak celah, Zidane memerintahkan Kroos, Casemiro, dan Modric berdiri sejajar, dalam formasi menjadi 4-5-1 di menit ke-15. Kroos, Casemiro, dan Modric fokus mematikan lini tengah Barcelona, sehingga alur bola tersendat kepada Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Seperti gol Barcelona pun merupakan hasil dari upaya set-piece di menit ke-56.

Selain Casemiro, pemain lain yang memiliki peran penting atas kemenangan Madrid dari Barcelona di pertandingan ini adalah Marcelo. Bek asal Brazil ini bahkan memiliki peran ganda di pertandingan ini, yakni sebagai bek kiri ketika bertahan dan gelandang tengah ketika timnya melakukan serangan dan banyak melepas bola-bola panjang. Salah satu kontribusi paling nyata dari Marcelo adalah perannya dalam pembuka sebuah counter attack Real Madrid pada menit 62.

Marcelo yang memiliki kecepatan berhasil menembus ruang kosong antara lini tengah dan belakang Barcelona, sebelum memberikan umpan ke Kroos yang berujung menjadi gol penyama kedudukan oleh Benzema.

Enrique pun akhirnya sadar, Ia pun memasukkan Arda Turan pada menit 74 agar permainan menjadi tersebar ke sisi lapangan dan tidak hanya berkutat di lini tengah.

Upaya ini cukup beralasan karena Turan memang seorang winger yang juga dapat bermain di sisi tengah lapangan. Masuknya Turan di sisi kanan membuat Barcelona berupaya mengarahkan serangannya ke sisi ini, sekaligus mengarahkan penempatan posisi pemain Madrid ke sisi ini. Namun, pilihan Enrique ternyata menjadi blunder bagi lini tengah Barca.

Jumlah pertarungan di sisi tengah yang sebelumnya seimbang justru menjadi keuntungan bagi pemain tengah Madrid, lantaran mereka hanya berhadapan dengan dua pemain Barcelona di sisi tengah. Kroos bahkan terlihat bermain lebih ofensif sepeninggal Rakitic. Kelemahan Barcelona bahkan semakin menjadi setelah Jese Rodriguez dimasukkan di menit ke-78 menggantikan Benzema.

Ini terlihat dari gol kedua yang dicetak Madrid, yang berawal dari pergerakan Dani Carvajal usai merebut bola di lini tengah, yang kemudian mengumpan ke sisi kiri pertahanan Madrid yang diisi oleh Bale. Bale yang mendapatkan bola, langsung melakukan crossing ke tiang jauh Barcelona, yang berujung menjadi gol oleh Ronaldo.

Iniesta pun mengakui itu, dan menganggap kekalahan ini memang menyakitkan.

"Semua kekalahan itu pasti menyakitkan. Apalagi, ada upaya meraih tiga poin untuk semakin menjauh di puncak klasemen. Tribut untuk Cruyff tidak ditentukan oleh kemenangan atau kekalahan. Tapi memang disayangkan kami tidak meraih kemenangan di laga ini," ujar Iniesta seperti dikutif dari Sport.

Tak hanya itu saja. Kemenangan ini juga menghentikan rekor 39 laga tak terkalahkan Barcelona di seluruh kompetisi.

"Saya sangat bangga dengan kinerja para pemain. Ini bukanlah laga yang mudah. Saya amat bahagia atas segalanya," kata Zidane seusai laga.

"Kemenangan ini hanya membuahkan tiga poin. Sekarang, kami perlu mempersiapkan diri untuk ajang Liga Champions," tutur pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    21
    14
    3
    4
    37
    25
    10
    45
    2
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    3
    PSM Makasar
    22
    12
    8
    2
    39
    8
    22
    44
    4
    Madura United
    22
    11
    4
    7
    27
    14
    6
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved