Merasa Bersalah Kerap Bermimpi Mantan Kekasih Setelah Menikah? Ternyata Ini Artinya

Ustadz, kenapa saya sering sekali bermimpi tentang mantan kekasih saya?

Tayang:
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
Net
ilustrasi wanita tidur 

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mimpi baik itu dari Allah, dan mimpi buruk dan mimpi jorok itu dari setan. (HR. Bukhari 5747 dan Muslim 2261)

Untuk itulah, mayoritas ulama berpendapat, para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok, karena mimpi jorok dari setan.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

Ihtilam (mimpi jorok) dari setan. Karena itu, mayoritas ulama berpendapat, mimpi jorok tidak mungkin terjadi pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para nabi lainnya. Karena mimpi ini dipermainkan setan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32576)

Keterangan mayoritas ulama ini dikuatkan dengan keterangan yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

Para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok. Karena mimpi jorok dari setan. (HR. Thabrani dalam al-Kabir 11398, dan para ulama menilainya sebagai riwayat yang dhaif dalam dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Abdul karim bin Abi Tsabit dan dia disepakati lemahnya – keterangan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 1/332).

Mimpi Tidak Dihisab!

Amalan apapun yang dilakukan orang ketika tidur, tidak akan ditulis sebagai pahala atau dosa. Orang yang tidur sama sekali tidak sadar, sehingga amalnya tidak dihitung.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig.” (HR. Nasai 3432, Abu Daud 4398, Turmudzi 1423, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth)

Sehebat apapun maksiat yang dilakukan seseorang dalam mimpi, tidak akan dihisab sebagai amalan. Sekalipun bentuknya selingkuh. Karena tidak dicatat sebagai dosa maupun pahala, kita tidak perlu resah atau merasa sedih dan berdosa. Lupakanlah, itu cara terbaik.

Jangan Diceritakan!

Bagian ini yang penting untuk diingat. Jangan sampai mimpi yang dialami sepasang suami istri menjadi sumber malapetaka keluarga. Bisa jadi, sang istri yang bermimpi dengan mantan pacarnya merasa berdosa dengan mimpinya, lalu dia ceritakan kepada suaminya. Sayangnya, suami pencemburu tidak paham hakekat mimpi menjadi naik pitam dan langsung mendzlimi istrinya. Sukses sudah apa yang menjadi tujuan setan terhadap mimpi itu.

Karena itu, apapun yang anda alami dalam mimpi, sebaiknya dilupakan dan jangan sampai diceritakan. Tidak semua orang bisa memaklumi dan memahami dengan benar, mimpi yang anda alami. Karena itu, jangan membantu setan untuk mewujudkan cita-citanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

”Janganlah kalian menjadi pembantu setan untuk menjerumuskan saudara kalian.” (HR. Ahmad 4168 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Demikian, Allahu a’lam.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved