Merasa Bersalah Kerap Bermimpi Mantan Kekasih Setelah Menikah? Ternyata Ini Artinya
Ustadz, kenapa saya sering sekali bermimpi tentang mantan kekasih saya?
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM --- Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan diluar kuasa pemimpi.
Tidak jarang seseorang bermimpi dengan seseorang yang tidak ada sangkut paut lagi dengan dirinya. Seperti yang dialimi oleh muslimah yang bertanya melalui konsultasisyariah.com, tentang pengalaman mimpinya itu.
Ustadz, kenapa saya sering sekali bermimpi tentang mantan kekasih saya? Meski kadang gak jelas alur ceritanya, tapi dia jelas ada di mimpi saya, padahal saya sudah menikah dengan laki-laki pilihan saya.
Dan saya sangat bahagia dan bersyukur menjadi istri dari suami saya ini karena dia seorang yang sholeh insyaAllah.
Saya sudah tidak ada hati sama mantan saya dan tidak pula mengenangnya. Dan sebelum tidur saya selalu berdo’a. Kenapa ya Ustadz. ? Mohon dijawab Ustadz, syukron wa jazakallahukhair.
Pertanyaan ini pun dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Salah satu upaya setan untuk mengganggu manusia adalah mempermainkan mereka dalam mimpi. Karena itu, perlu kita yakini, sumber mimpi tidak selamanya datang dari Allah. Bisa juga karena bawaan perasaan atau permainan setan.
Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.”
Diantara mimpi yang datang dari setan adalah mimpi buruk,
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya,
“Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR. Muslim 2268)
Demikian pula mimpi jorok, mimpi ini datang dari setan,
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Mimpi baik itu dari Allah, dan mimpi buruk dan mimpi jorok itu dari setan. (HR. Bukhari 5747 dan Muslim 2261)
Untuk itulah, mayoritas ulama berpendapat, para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok, karena mimpi jorok dari setan.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
Ihtilam (mimpi jorok) dari setan. Karena itu, mayoritas ulama berpendapat, mimpi jorok tidak mungkin terjadi pada diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para nabi lainnya. Karena mimpi ini dipermainkan setan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 32576)
Keterangan mayoritas ulama ini dikuatkan dengan keterangan yang diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,
Para nabi tidak pernah mengalami mimpi jorok. Karena mimpi jorok dari setan. (HR. Thabrani dalam al-Kabir 11398, dan para ulama menilainya sebagai riwayat yang dhaif dalam dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Abdul karim bin Abi Tsabit dan dia disepakati lemahnya – keterangan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 1/332).
Mimpi Tidak Dihisab!
Amalan apapun yang dilakukan orang ketika tidur, tidak akan ditulis sebagai pahala atau dosa. Orang yang tidur sama sekali tidak sadar, sehingga amalnya tidak dihitung.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig.” (HR. Nasai 3432, Abu Daud 4398, Turmudzi 1423, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth)
Sehebat apapun maksiat yang dilakukan seseorang dalam mimpi, tidak akan dihisab sebagai amalan. Sekalipun bentuknya selingkuh. Karena tidak dicatat sebagai dosa maupun pahala, kita tidak perlu resah atau merasa sedih dan berdosa. Lupakanlah, itu cara terbaik.
Jangan Diceritakan!
Bagian ini yang penting untuk diingat. Jangan sampai mimpi yang dialami sepasang suami istri menjadi sumber malapetaka keluarga. Bisa jadi, sang istri yang bermimpi dengan mantan pacarnya merasa berdosa dengan mimpinya, lalu dia ceritakan kepada suaminya. Sayangnya, suami pencemburu tidak paham hakekat mimpi menjadi naik pitam dan langsung mendzlimi istrinya. Sukses sudah apa yang menjadi tujuan setan terhadap mimpi itu.
Karena itu, apapun yang anda alami dalam mimpi, sebaiknya dilupakan dan jangan sampai diceritakan. Tidak semua orang bisa memaklumi dan memahami dengan benar, mimpi yang anda alami. Karena itu, jangan membantu setan untuk mewujudkan cita-citanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
”Janganlah kalian menjadi pembantu setan untuk menjerumuskan saudara kalian.” (HR. Ahmad 4168 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Demikian, Allahu a’lam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-tidur_20160318_171345.jpg)