Reptil Itu Teman Kami
Siapa yang tidak tahu akan bahayanya ular, begitu pula dengan biawak, buaya, dan masih banyak lainnya.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
Namun, bagi Soraya, ular boa yang ia rawat tidaklah seperti jenis ular pemangsa yang lain.
Boa memang termasuk hewan omnivora, namun dirinya sangat jinak dengan manusia.
Tentu saja jinak kepada siapa saja yang tidak ada niat untuk mengganggunya.
"Saya sudah empat bulan memelihara ular ini sejak panjangnya tidak sampai satu meter. Sejak saat itu, dirinya sudah jinak sama saya," kata ibu rumah tangga berusia 30 tahun ini, beberapa hari yang lalu.
Ketakutan ketika memegang ular boa kesayanganya ini sama sekali tidak terpancar dari wajah cewek bersapaan Aya' ini.
Dirinya sudah seperti tokoh perempuan bernama Medusa, yang terkenal selalu dikelilingi ular-ular di sekeliling tubuhnya.
Hanya saja, ular yang ada di tubuh Aya' hanya seekor, tidaklah sebanyak yang dimiliki si Medusa.
Menurut Aya', boa sebenarnya tidaklah seganas apa yang dibayangkan banyak orang.
Boa hanya memangsa tikus dan sama sekali tidak memangsa manusia atau hewan yang tubuhnya besar.
Aya' sudah merasakan hal itu dimana dirinya sama sekali tidak pernah mendapat ancaman bahaya dari ular kesayangannya.
Padahal, ular tersebut diletakan di dalam rumah dengan kandang khusus.
"Anak saya yang masih berusia dua tahun hampir setiap saat bermain dengan ular ini. Ini bukti ular dari Amerika Latin ini tidak berbahaya untuk manusia," kata Aya'.
Aya' menjelaskan, ular boa ini dibeli dari seorang temannya yang tergabung dalam komunitas Sumsel Reptil.
Kebetulan, Sultan Muslim selaku suami Aya'sudah bergabung dengan komunitas tersebut.
Alasan Aya' membeli boa cukup sederhana, yakni karena suka dengan ular! Akan hobinya ini, Aya' tidak mendapat larangan dari Sultan.
Masih dikatakan Aya', ular boa yang ia rawat menyantap tikus putih dan tidak setiap hari.
Dalam periode dua pekan, ular boa milik Aya' hanya menyantap tiga ekor tikus putih.
Untuk itu, Aya' menyediakan persedian tikus putih di rumahnya supaya tidak repot membelinya setiap hari.
Dirinya juga rutin membersihkan tubuh si ular dan menjemurnya sehingga kulitnya benar-benar bersih dan halus.
Aya' melanjutkan, dirinya saat ini sedang mencari pasangan yang pas untuk ular boa miliknya.
Ini dikarenakan Aya' menginginkan lahir keturunan daru ular boanya tersebut mengingat ularnya yang sekarang pasti akan ada batas waktunya untuk bernafas di muka bumi.
"Sebenarnya bisa makan segala jenis tikus, namun tikus putih memiliki kandungan yang bagus untuk kulitnya. Sangat mudah memelihara ular ini karena hanya perlu rutin diberi makan, dibersihkan, dan dijemur," kata AYa'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anggota-sumsel-reptil-saat-pose-bersama-hean-reptil-kesayangan_20160311_114150.jpg)