Reptil Itu Teman Kami
Siapa yang tidak tahu akan bahayanya ular, begitu pula dengan biawak, buaya, dan masih banyak lainnya.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
Tidak hanya itu, mereka sempat memperlihatkan kebolehan menjinakkan seekor ular kobra yang ganas.
Beberapa anggota Sumsel Reptil terlihat beberapa kali mendekati ular ini dan berhasil menghindar saat ular akan mematuk.
Hingga akhirnya ular itu berhasil diamankan oleh anggota yang tidak menggunakan alat pelindung.
"Ini dilakukan oleh para profesional dan sebisa mungkin untuk tidak ditiru. Tadi sudah kita lihat bersama-sama bukan bagaimana bahayanya seekor ular kobra," kata Pardi.
Dikatakan Pardi, hewan reptil yang dimiliki hampir seluruhnya hewan lokal.
Ular, misalnya, tidak ada ular-ular ganas semacam sanca, piton, ataupun ular-ular bahaya yang lain.
Paling banter hanya ular boa yang merupakan ular asli Amerika Selatan.
Ular ini pun tidak berbahaya karena hanya 'nafsu' untuk memangsa tikus.
Dilanjutkan Pardi, Sumsel Reptil tidak hanya memelihara hewan-hewan reptil.
Mereka sudah memiliki komitmen untuk mengembangbiakannya.
Sebab itu, sebisa mungkin hewan reptil yang dimiliki bisa terdiri dari sepasang sehingga bisa melahirkan keturunan-keturunan selanjutnya.
"Yang kita pelihara bukanlah hewan yang dikategorikan langka atau satwa yang dilindungi. Jadi, apa yang kita lakukan tidak melenceng dari aturan negara yang menginginkan satwa-satwa langka dipelihara oleh instansi berwenang," kata Pardi.(refly permana)
Serumah dengan Ular Boa
Mendengar nama setiap jenis ular, pasti perasaan takut akan hinggap siapa saja yang mendengarnya.
Meski ada kalanya ular yang tidak berbia, imej ular sebagai reptil pemangsa mematikan sudah keburu tertanam di benak banyak orang. Tak heran, sangat sedikit masyarakat yang menjadikan ular sebagai peliharaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anggota-sumsel-reptil-saat-pose-bersama-hean-reptil-kesayangan_20160311_114150.jpg)