Gerhana Matahari Total 2016

'Saya Takut Matahari tak Terbit Lagi, Rasanya seperti Mau Kiamat'

Saya takjub sekaligus takut mbak. Takjub lihat kebesaran Allah SWT atas peristiwa gerhana ini

'Saya Takut Matahari tak Terbit Lagi, Rasanya seperti Mau Kiamat'
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Sejumlah warga Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang menyaksikan sekaligus mengabadikan momen GMT, Rabu (9/3/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang berlangsung sekitar pukul 07.22, Rabu (9/3/2016) membuat masyarakat berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan peristiwa alam tersebut.

Tak terkecuali warga yang bermukim di kawasan Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang.

Usai melaksanakan salat gerhana di lapangan terbuka di kawasan Kampung Arab Al-Munawar, warga yang kebanyakan mengenakan pakaian serba putih tampak antusias menanti detik demi detik berlangsungnya GMT.

Meskipun dalam kondisi cuaca yang tak terlalu mendukung, dimana awan tebal menutupi proses GMT, namun tak menyurutkan antusias warga, bahkan mereka telah bersiap merekam fenomena langka tersebut menggunakan kamera ponselnya.

Saat langit berubah perlahan menjadi gelap gulita, sejumlah warga yang menyaksikan terlihat takjub akan peristiwa alam itu.

Namun, ada pula yang sejak langit mulai berubah gelap total hingga kembali terang tak berhenti berdoa, berdzikir serta bershalawat.

Elak Nuraini misalnya, wanita berusia 35 tahun ini mengaku, takjub sekaligus takut dengan terjadinya fenomena GMT yang ia saksikan secara langsung.

"Saya takjub sekaligus takut mbak. Takjub lihat kebesaran Allah SWT atas peristiwa gerhana ini, namun di sisi lain saya takut jika matahari tak terbit lagi, rasanya seperti mau kiamat. Makanya selama proses gerhana tadi saya ga berenti dzikir," ungkapnya pada Sripoku.com.

Selaras dengan apa yang diutarakan Elak, berdasarkan pantauan Sripoku.com tak hanya Elak yang tak henti berdoa ataupun melantunkan shalawat selama proses GMT berlangsung.

Hampir seluruh warga yang ada dilokasi tersebut juga melakukan hal yang serupa.

Lantunan shalawat dan dzikir terus terdengar hingga proses GMT selesai dan langit kembali terang.

Sementara itu, dalam khotbah sholat gerhana yang disampaikan Prof Dr Abdullah Bahrun, Guru Besar dari Yaman ini kembali mengingatkan pada seluruh umat Islam bahwa gerhana merupakan sebuah tanda kebesaran Allah SWT.

Lalu, ia juga mengaja ketika melihat gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.

" Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Bahkan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika gerhana terjadi, Gerhana merupakan sebuah tanda akan hari kiamat, Padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah" ujarnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved