'La Ngeri Lihat Retakan Cak Idak Kelamo Lagi Nak Longsor'

Kawasan Benteng yang terletak di tepian Sungai Lematang, Kelurahan Pasar Baru, Lahat terancam kembali ambles.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Jalan Amir Hamzah di kawasan benteng yang juga kerap dijadikan lokasi berwisata bagi warga kini mengalami keretakan dan terancam ambles. Gambar diambil Kamis (4/2/2016). 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kawasan Benteng yang terletak di tepian Sungai Lematang, Kelurahan Pasar Baru, Lahat terancam kembali ambles.

Bahkan kondisi retakan sudah membelah sebagian badan Jalan Amir Hamzah tersebut.

Kendati demikian masih saja ada warga yang berani tinggal di lokasi tersebut.

Padahal Pemkab sendiri sudah mengimbau agar kawasan tersebut tidak berdiri bangunan terlebih dilokasi tersebut kerap terjadi longsor.

Tak hanya itu pohon besar yang tumbuh dilokasi membahayakan jika suatu saat roboh.

Menurut salah satu warga, Ahyan (31) warga Kota Lahat, keretakan tanah di kawasan benteng terus terjadi seiring hujan yang mengguyur Lahat, belakangan ini.

Melihat kondisi tersebut dirinya sangat khawatir akan terjadi longsor besar terlebih retakan terlihat dalam.

"La ngeri lihat retakan cak idak kelamo lagi nak longsor," ungkapnya, Kamis (4/2/2016).

Belum lagi terangnya padatnya kendaraan yang melintas di kawasan tersebut dan tak sedikit yang bertonase berat.

Sementara kuntur tanah sudah terlihat labil dan minimnya penahan tanah.

"Aspal be la retak. Kemudian la kerap longsor dan pohon tumbang bahkan hingga memakan korban jiwa. Sebaiknya warga yang masih beraktivitas di lokasi tersebut memilih pindah takutnya longsor terjadi tiba tiba," ujarnya.

Terhadap kondisi tersebut, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i SE mengungkapkan pemkab sendiri telah mengupayakan pencegahan.

Diakui Aswari, kondisi dikawasn tersebut cukup membahayakan.

Apalagi dibawahnya mengalir Sungai Lematang, jika sewaktu waktu longsor bisa fatal akibatnya.

"Saat terjadi longsor tahun kemarin kita sudah pasang portal sehingga kendaraan bertonase berat tak melintas, Pasalnya, kendaraan tersebut berpotensi mempercepat longsor dan kerusakan jalan," ungkap Aswari.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved