Berita Ogan Ilir

BBM Langka di Tanjung Bulan Ogan Ilir, Polisi Redam Rencana Demo Warga ke Pertamina

Kelangkaan tersebut sempat memicu keresahan lantaran mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari bertani hingga berdagang. 

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
dokumentasi Polisi
TEMUI WARGA - Personel Polsek Muara Kuang menemui warga Tanjung Bulan pada Rabu (13/5/2026). Pertemuan tersebut guna mencegah aksi protes dan demo ke Stasiun Pengumpul Ogan PT Pertamina Desa Tanjung Bulan. 
Ringkasan Berita:
  • Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kuang berhasil meredam aksi protes warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir. 
  • Warga sempat berencana menggeruduk Stasiun Pengumpul Ogan PT Pertamina akibat kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax selama dua hari terakhir.
  • Kelangkaan tersebut sempat memicu keresahan lantaran mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari bertani hingga berdagang. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA – Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kuang berhasil meredam aksi protes warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, yang sempat berencana menggeruduk Stasiun Pengumpul Ogan PT Pertamina akibat kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax selama dua hari terakhir.

Kelangkaan tersebut sempat memicu keresahan lantaran mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari bertani hingga berdagang. 

Kapolsek Muara Kuang, Ipda Harry Setiawan, bergerak cepat menurunkan personel ke lapangan setelah menerima informasi mengenai rencana aksi massa dari kepala desa setempat.

"Anggota kami turun ke masyarakat untuk menyampaikan bahwa Polri siap membantu mengatasi kelangkaan BBM dan mengimbau warga agar tetap tenang demi menjaga situasi kamtibmas," ujar Harry, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan dengan masyarakat, Kapolsek Muara Kuang mengimbau agar tetap tenang.

Kemudian tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Sambil menahan letusan amarah masyarakat, Polsek Muara Kuang dibantu Sat Intelkam Polres Ogan Ilir telah berkomunikasi dengan Pertamina Patra Niaga.

Polisi meminta agar distribusi BBM ke Pertashop Desa Tanjung Bulan dapat diprioritaskan, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.

"Alhamdulillah, aksi protes tidak jadi. Ini seiring distribusi 3 ribu liter BBM untuk Pertashop di Desa Tanjung Bulan," kata Harry.

Proses pembongkaran BBM pun mendapat pengawalan dari polisi.

Harry menjelaskan, kelangkaan BBM diduga terjadi karena suplai terhambat.

Sementara masyarakat di wilayah Tanjung Bulan sangat bergantung pada Pertashop.

Sebab di wilayah Kecamatan Rambang Kuang belum SPBU.

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan serupa di desa lain di Kecamatan Rambang Kuang, polisi meningkatkan patroli dan segera melaporkan apabila terjadi kelangkaan BBM

"Kami juga diperintahkan pimpinan untuk melakukan penyelidikan apabila ditemukan dugaan penimbunan BBM. Namun sejauh ini belum ditemukan," jelas Harry.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved