Tanda-tanda Salat yang Diterima Allah SWT

Sesungguhnya Aku hanya akan menerima salat orang-orang yang merendahkan dirinya karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa nafsu karena Aku

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
IST
Ilustrasi gerakan shalat 

Seorang pejabat tinggi, mantan direktur sebuah bank di Jakarta, bercerita dalam sebuah perte muan bahwa dia ingin sekali merasakan kenikmatan dalam salat atau kenikmatan membaca ayat suci Alquran. Bukankah Alquran mengatakan bahwa orang yang beriman itu ialah orang yang apabila dbacakan ayat suci Alquran aka bergetar hatinya.

Dia mengaku telah membeli kaset-kaset Alquran yang bagus-bagus dari Mesir, dan dari tempat-tempat yang lain di dunia. Dia dengarkan kaset-kaset itu. Dia tidak bergetar dan terguncang hatinya. Sampai suatu saat, ia memulai suatu kebiasaan yang sangat bagus. Senang membantu fakir miskin, senang mendatangi kampung-kampung kumuh, dan yang sejenisnya.

Rumahnya besar dan dipecah-pecah menjadi beberapa kamar yang diisi oleh anak-anak yatim yang dipungut dari tempat-tempat kumuh. Mereka diperlakukan seperti anaknya sendiri; diurus, diberi makan, dan disekolahkan. Beberapa orang di antaranya berhasil.

Suatu saat dia berkunjung ke daerah kumuh. Disitu ada surau kecil. Ke surau itu, masuklah anak-anak miskin. Mereka bersama-sama membaca Al-Fatihah. Entah bagaimana, ayat suci Alquran itu menggetarkan jauh dalam lubuk hatinya. Dia berlinang air mata.

Dia berkata: “Ketika kita membantu orang miskin, janganlah berfikir bahwa kita membantu. Pa da hakikatnya kitalah yang dibantu mereka. Antara lain kita dibawa lebih dekat kepada Allah SWT.”

Rasulullah SAW menyenangi tempat-tempat yang disitu kita menyantuni fakir- miskin. Kepada Aisyah, Rasulullah SAW berpesan, “Wahai Aisyah, dekatilah orang-orang miskin. Cintai mereka, nanti Allah akan dekat dengan kamu.”

Tempat-tempat ketika kita membantu orang-orang yang teraniaya, orang-orang yang mende rita, orang-orang yang miskin adalah tempat-tempat yang membawa kta lebih dekat dengan Allah SWT. Insya Allah, apabila sesudah salat, kita susul dengan perbuatan-perbuatan tersebut, terutama menyantuni orang-orang yang menderita dan orang-orang miskin, maka kita akan memperoleh kenikmatan yang lain dari salat itu.

(Sumber : Renungan-renungan Sufistik oleh Jalaluddin Rakhmat)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved