Tanda-tanda Salat yang Diterima Allah SWT

Sesungguhnya Aku hanya akan menerima salat orang-orang yang merendahkan dirinya karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa nafsu karena Aku

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
IST
Ilustrasi gerakan shalat 

Kalau anda sudah dapat melakukan hal-hal yang tesebut di atas, maka dari wajah anda akan memancar cahaya yang bersinar seperti cahaya matahari. Cahaya yang menerangi kegelapan. Allah SWT akan memberikan ilmu di saat anda tidak tahu.

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salah satu cara upaya kita dekat dengan Allah SWT ialah bersifat dermawan, senang membantu. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang dermawan dekat dengan Allah SWT, dekat dengan manusia, dan dekat dengan surga.” Kemudian, Rasululah SAW juga bersada: “Orang yang bakhil jauh dari Allah SWT, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka.” (Biharul Anwar, 73, hlm 308).

Dalam hadist Qudsyi yang lain, Allah SWT berfirman; “Aku haramkan surga kepada tiga orang; orang yang bakhil, orang yang memberi kemudian menyusulnya dengan caci-maki, dan orang yang suka mengadu-domba, memecah belah umat Islam.”

Selain hadist-hadist barusan, Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Kalau salat seseorang tidak mencegah dia dari kemungkaran, maka salatnya tidak menambah sesuatu kecuali salatnya hanya akan menjauhkannya dari Allah SWT.”

Orang yang dermawan insya Allah akan menemukan kenikmatan di dalam salatnya. Dia akan memperoleh kenikmatan di dalam salatnya, karena dia akan dijaga oleh para malaikat, diberi cahaya dalam kegelapan, dan diberi ilmu secara langsung oleh Allah SWT.

Begitu mulianya orang-orang yang dermawan, sehingga walaupun dia berdosa besar, ia disukai Tuhan. Ketika Nabi As pergi ke Bukit Sinai meninggalkan Bani Israil, ia menitipkan Bani Israil kepada Harun As. Disebutkan bawa tak lama setelah kepergian Musa As orang-orang Bani Israil melakukan kemusyrikan atas bujukan seorang yang bernama Samiri.

Samiri datang membawa patung emas. Patung emas itu – entah bagaimana caranya – bisa berbicara, dan dapat menjawab langsung permintaan orang. Kemudian Samiri mengajak orang untuk menyembah patung dari emas itu. Ketika Nabi Musa As kembali, dipanggilnya Samiri dan harus dihukum karena telah menyesatkan Bani Israil.

Semula Samiri akan dihukum mati oleh Nabi Musa As, tapi kemudian Malaikat Jibril turun dan memberitahukan kepada Nabi Musa supaya Samiri tidak dihukum mati. Dia malah diberi usia panjang. Allah SWT berfirman: “Lepaskan dia dari hukuman mati karena walaupun dia memurtadkan banyak orang tetapi dia orang yang dermawan.” Lantaran kedarmawanannya, Allah SWT mengistimewakan Samiri untuk tidak dihukum mati kala itu.

Pada suatu peperangan, banyak orang Yahudi yang dihukum mati. Ketika satu tawanan mau dihukum mati, tiba-tiba Malaikat Jibril as datang memberitahukan kepada Rasulullah SAW supaya orang Yahudi iu dbebaskan. Diberitahukan bahwa orang Yahudi yang satu ini suka memberikan makanan, menjamu tamu, dan suka menolong fakir miskin.

Ketika Rasululah SAW datang memberitahukan kepada orang Yahudi itu bahwa dia dibebaskan, dia pun bertanya:

“Mengapa?”

Nabi menjawab, “Allah SWT baru saja memberitahukan padaku bahwa kamu suka membantu orang miskin, suka menjamu tamu, suka memikul beban orang lain.”

Kemudian Yahudi itu berkata, “Apakah Tuhanmu menyukai perilaku seperti itu?”

Nabi SAW menjawab, “Betul, Tuhanku menyukai hal itu.”

Waktu itu juga si Yahudi itu menyatakan diri memeluk Islam. Dia masuk Islam karena sifat kedermawanannya dicintai oleh Allah SWT.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved