Warga Lebung Gajah Hentikan Aktifitas Yon Zipur

Warga mendesak agar alat berat milik kontraktor ditarik dari lokasi desa karena tidak ada izin dari desa.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Yon Zipur Lettu Andi Emil didampingi Kapolsek Tulung Selapan AKP H Dwi Handoko membacakan surat pernyataan antara Yon Zipur dan warga terkait penarikan alat berat yang dianggap tidak ada izin dari warga desa. 

“Kontraktor masuk ke Desa Lebung Gajah ini sudah izin kepada saya, karena saya Kepala Desa, bukan kepada masyarakat. Untuk kesepakatan, kesepakatan seperti apa, saya tidak pernah merasa membuat kesepakatan dengan masyarakat,” ucap kades yang sempat emosi kepada perwakilan warga.

Sementara itu, Lettu Andi Emil selaku perwakilan Yon Zipur mengatakan, keberatan jika dikatakan sebagai siluman dalam proyek tersebut apalagi menakuti warga.

“Tidak benar kalau dikatakan ilegal, kami disini atas sepengetahuan dan izin dari Pangdam II/SWJ. Dan sejak dulu, Yon Zipur sebagai salah satu satuan di TNI memang bertugas membangun jalan untuk membuka akses dari satu tempat ke tempat lain. Kami juga memiliki sejumlah alat berat dan alat berat itu butuh perawatan, tapi biaya perawatannya tidak dianggarkan dari Mabes TNI. Untuk itu kami mencari seseran untuk membiayai perawatan alat-alat berat tersebut,” ujar Emil.

Alotnya pertemuan tersebut membuat kondisi di lapangan semakin memanas, dimana kubu pendukung Kades dan ratusan warga sempat saling teriak.

Kapolsek Tulung Selapan AKP H Dwi Handoko SH dan puluhan personilnya yang dari awal telah berjaga-jaga tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

Dan akhirnya hingga pukul 18.30, Yon Zipur melalui Lettu Andi Emil, akhirnya mau menarik alat berat dari lokasi dengan berbagai persyaratan secara tertulis dan bertandatangan.

Setelah pihak Yon Zipur memberikan keputusan dan membuat surat perjanjian mengenai penarikan alat berat yang diminta warga untuk ditarik. Dan ada beberapa poin kata kesepatan. Selesai itu, warga dari kedua kubu pun akhirnya membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Alat berat milik Yon Zipur malam itu juga ditarik ke Camp dan akan dibawa pulang ke tempatnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved