Anggota DPRD OKU Bentrok

Baku Hantam Dipicu Uang Proyek Jalan Cor Beton

Sebelum terjadi keributan dia dan Mirza (40) anggota dewan dari Komisi yang sama saling kontak via telepon genggam.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Anggota DPRD OKU Yoni Risdianto bin Supriadi (39) saat memberikan keterangan di Mapolres OKU. 

SRIPOKU.COM, BATURJA -- Perkelahian yang melibatkan tiga anggota dewan terluka dipicu oleh uang untuk bisnis proyek jalan cor beton dalam wilayah Kabupaten OKU.

Menurut versi Yoni Risdianto (39) di hadapan polisi pemeriksanya Senin (2/11/2015) bermula dari dia menagih hutang Mirza.

Menurut anggota dewan dari Komisi II DPRD OKU ini, sebelum terjadi keributan dia dan Mirza (40) anggota dewan dari Komisi yang sama saling kontak via telepon genggam. Yoni menanyakan uang Rp 20 juta kepada Mirza.

Uang tersebut menurut Yoni merupakan uang yang dititipkan kepada Mirza untuk mendapatkan proyek jalan cor beton di Batumarta Unit XI . Kebetulan paket proyek itu memang berada di kampung daerah asal Yoni.

Namun setelah ditunggu cukup lama, proyek yang dijanjikan tidak juga ada titik terangnya. Akhirnya Yoni minta dikembalikan uang Rp 20 juta tersebut.

“Berkali-kali saya minta dikembalikan uang Rp 20 juta tersebut namun Mirza malah emosi” terang Yoni.

Puncaknya pukul 11.00 Mirza dan Yoni berteleponan dan janji bertemu di dearah Bakung. Saat itu Mirza menanyakan posisi Yoni dan dijawab Yoni di kantor Golkar. Kemudian Mirza bersama sopirnya meluncur ke tempat yang disebut.

Setiba di depan Lorong Delima depan Kantor Golkar rupanya Yoni sudah meluncur ke arah Gedung Kesenian Baturaja.

Lalu Yoni putar balik kendaraan mengarah ke tempat Mirza yang kebetulan rumahnya di Jalan Lorong Delima. Kemudian setelah keduanya bertemu terjadi keributan mulut yang berujung pada kontak fisik, keduanya saling dorong.

Di sekitar lokasi juga ada Sahril Elmi alias Alek (42) bersama sopirnya, kemudian anggota dewan dari PKS ini ikut terlibat keributan.

Disitu juga ada Ledi Patra bin Tabrozi (26) anggota dewan dari Partai Amanat Nasional bersama sopirnya .

Namun ada dua versi menurut versi Yoni, Ledi juga ikut memukulinya, sebaliknya ada saksi menyebutkan Ledi hanya berdiri saja tapi tidak ikut terlibat perkelahian.

Sedangkan versi Alek, dia datang setelah terjadi keributan antara Mirza dan Yoni.

” Aku nak melerai , saat aku bertanyo ado apo ini tibo-tibo Yoni ninju mukoku, aku laju emosi pulo dan membalas pukulan Yoni,” kata Alek seraya menambahkan melihat situasi yang semakin tidak terkendali dia lalu mengambil sepotong kayu dan memukulkan ke tubuh Yoni.

Alek mengaku sangat kesal dan emosi , dia juga mengaku takut ditendang lagi sehingga dia juga terlibat perkelahian.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved