Dosen Korban Jambret Akhirnya Meninggal Dunia

Setelah empat hari tak sadarkan diri dan sempat menjalani perawatan di ruang ICU RS RK Charitas Leni Suryani (29) akhirnya meninggal dunia.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
jenazah Leni Suryani, korban jambret saat disemayamkan di RS Charitas Palembang dijenguk langsung Kapolsek IT I Palembang AKP Zulkarnain. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Setelah empat hari tak sadarkan diri dan sempat menjalani perawatan di ruang ICU RS RK Charitas setelah terjatuh dari sepeda motornya akibat ditarik jambret di Jalan Bay Salim kawasan Rambang Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Kamis (08/10) sekitar pukul 17.00 lalu, Leni Suryani (29) akhirnya meninggal dunia.

Warga Jalan Mayor Salim Batubara Lorong PPU Kelurahan Skip Jaya Kecamatan Kemuning Palembang dan merupakan Dosen dari salah satu STMIK di Kota Palembang itu, meninggal dunia di RS RK Charitas, Senin (12/10) sekitar pukul 01.15.

Almarhumah mengalami batang otaknya pecah, pembuluh darah pecah dan luka di tubuhnya karena terjatuh dari motor yang dikendarainya hingga tak sadarkan diri.

Setelah meninggal, korban pun langsung disemayamkan di Rumah Duka RS RK Charitas.

Tampak, keluarga, rekan kerja dan mahasiswa dari tempatnya bekerja datang untuk ikut berbelasungkawa.

Terlihat, rekan kerja dan mahasiswa meneteskan air mata ketika melihat jenazah Leni terbujur kaku.

"Dulu Cece (Sapaan akrab Leni-red) di bagian administrasi, tapi karena memang orangnya pintar dan disenangi banyak orang sehingga diangkat jadi dosen."

"Dia mengajar pengantar ilmu ekonomi di kampus. Dan di kampus juga dikenal sebagai sosok yang supel dalam bergaul dan ramah dengan semua orang termasuk dengan mahasiswanya," jelas Welly (26) seorang yang pernah menjadi mahasiswanya.

Sementara itu, kakak perempuan korban, Liana (40) ketika ditemui menuturkan, meski dokter sudah berusaha menolong tetapi nyawa adik kelimanya ini tidak dapat tertolong.

Ia dan keluarga hanya bisa iklas dan pasrah dengan musibah yang menimpa adiknya.

"Harapannya pasti pelaku cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya bila perlu pelaku juga dihukum setimpal seperti adik saya yang meninggal."

"Karena jangan sampai ada lagi korban seperti adik saya ini," ungkapnya sambil menahan tangis.

Sebelum kepergian adiknya itu, dikatakan Leni, tidak ada firasat sama sekali karena memang Leni selalu ceria dan tidak menunjukan perubahan sifat maupun permintaan yang neko-neko. Leni selalu terlihat ceria dan bertingkah seperti biasa.

"Orangnya memang sedikit pendiam, tetapi memang mudah dalam bergaul."

"Makanya banyak yang datang untuk melihat dan pengantarkan kepergian Leni untuk selamanya," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved