Pahri-Lucy Ikhlas Lahir Batin, Siap Titipkan Muba ke Beni Hernendi

"Pak Pahri dan Bu Lucy sudah ikhlas lahir batin tentang apa yang sekarang dialaminya dan apa yang nanti terjadi.

Editor: Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM -- Pasca penetapan sebagai tersangka kasus suap RAPBD Muba, Bupati Muba Pahri Azhari dan istri Lucyanti Pahri menjadi jarang hadir di depan umum, sehingga menjadi spekulasi baik di masyarakat maupun media massa yang melakukan trial by the press, dengan menyebut pasangan suami istri itu sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terjadi perpecahan di tubuh Pemkab Muba.

"Pak Pahri dan Bu Lucy sudah ikhlas lahir batin tentang apa yang sekarang dialaminya dan apa yang nanti terjadi. Tak akan ada maksud menghalang-halangi putusan hukum maupun menghambat roda pembangunan di Muba," kata orang dekat Pahri-Lucy kepada Sripo, Kamis (20/8).

Pahri dan Lucy hingga saat ini masih berada di Sekayu dan terkadang di Palembang, jadi tidak benar kalau ditahan.

"Meskipun demikian keduanya ikhlas lahir dan batin jika sewaktu-waktu ditahan KPK," katanya.

Karena itu spekulasi akan mengajukan pra peradilan KPK atau mengganti pejabat Muba tanpa sepengatahuan Wakil Bupati Beni Hernedi, seperti diberitakan koran dan media sosial itu tidak benar sama sekali.

"Bapak-Ibu menghormati apa yang dilakukan KPK buat apa praperadilan," katanya.

Bahkan Pahri juga sudah menyiapkan jika seandainya dia dan istrinya ditahan KPK, pemerintah Kabupaten Muba akan dititipkan pada Beni Hernedi.

"Sampai proses hukum berkekuatan tetap. Pokoknya Pak Pahri akan menghormati segala putusan hukum KPK".

Karena itu sejumlah pihak termasuk Wabup Beni Hernedi tak usah ragu, pada waktunya pekerjaan Bupati akan dititipkan kepadanya sampai proses hukum selesai.

Tentang penggantian pejabat di lingkungan Pemkab Muba itu sebenarnya putusan sudah lama tidak mendadak, dan Pahri sama sekali tidak tahu kalau Beni Hernedi tak diundang karena itu sudah wilayah protokoler.

Dalam kesempatan itu Pahri-Lucy juga minta maaf kalau akhir-akhir ini jarang muncul di publik, ini dikarenakan sedang mempersiapkan psikologis keempat putra putri mereka.

"Dan saat ini keempat putra-putri mereka sudah siap mental seandainya orangtua mereka ditahan," jelasnya.

Meskipun jarang muncul, Pahri tetap berada di kantor di Sekayu atau di kediamannya di Palembang. "Bapak terus memantau.

Tidak lepas sedikitpun pembangunan di Muba. Beberapa hari ini khusus bicara pada anak-anaknya tentang kondisi saat ini.

Dan kini anak-anaknya sudah menerima dan ikhlas sesuatu bakal terjadi pada orangtuanya," kata sumber yang enggan disebut jatidirinya itu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved