Mengenal Palembang dari Koleksi Museum SMB II

sketsa yang menggambarkan perjuangan rakyat Palembang dalam usahanya mengusir penjajah Belanda tersimpan di sini

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Eko Adiasaputro
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Salah seorang pengunjung mengamati kain songket yang dipajang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. 

Koleksi peninggalan Museum Bari-lah yang menjadi cikal-bakal koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, selain koleksi Arca Buddha Siguntang yang terlebih dahulu berada di halaman Museum SMB II.

Museum ini meyimpan arca-arca kuno diantaranya Ganesha, Amarawati dan Udha di era Sriwijaya, berbagai macam perabotan tradisional kesultanan Palembang serta sketsa yang menggambarkan perjuangan rakyat Palembang dalam usahanya mengusir penjajah Belanda.

Di dalam museum terdiri dari tujuh ruangan. Tiap-tiap ruangan menyimpan koleksinya sendiri.

Di ruangan pertama, pengunjung akan disuguhkan beberapa prasasti, seperti prasasti kedukan bukit, Boom Baru.

Namun bukan prasati aslinya melainkan miniaturnya.

Ruangan kedua, beberapa koleksi pakaian Sultan Mahmud Badaruddin II, songket, dan miniatur Masjid Agung.

muse7

SRIWIJAYA POST/YANDI TRIANSYAH

Ruangan ketiga, diisi dengan koleksi kursi Sultan, dan bebera koleksi foto Sultan Palembang.

Ruangan keempat koleksi uang logam dari masa ke masa dan alat tangkapan ikan.

Ruangan lima, peralatan menikah dan lahiran. Sedangkan pelaminan dan pakaian pengantin menghiasi ruangan keenam.

Terakhir pada ruangan tujuh diisi oleh alat musik tanjidor, dan beberapa penjelasan mengenai makanan khas di Palembang.

Adapun biaya masuk ke museum untuk anak-anak Rp 1.000, pelajar Rp 2.000 dan umum Rp 5.000..

Jika Anda tertarik ingin berkunjung, museum ini terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I.

Lokasinya tidak jauh dari Jembatan Ampera. Museum juga berdekatan dengan heritage lainnya seperti Masjid Agung Palembang, Monpera, Benteng Kuto Besak (BKB) dan Pasar 16 Ilir Palembang.

Untuk tiba di lokasi tidak terlalu rumit. Semua angkutan kota melintas di kawasan Jembatan Ampera. Andan bisa menggunakan angkot rute apa saja, dengan biaya Rp 4.000 per orang.

Sumber:
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved