Pergoki Pelaku Perampokan, Heri Ditembak

Seorang pelaku lainnya yang ternyata membawa senjat api langsung menyuruh ayahnya untuk masuk dan diam ke dalam kamar menemui ibunya.

Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Heri (44), terpaksa menjalani perawatan secara intensif di RSMH Palembang akibat mengalami luka tembak di bagian paha kiri yang didapatnya sesaat setelah mempergoki dua pelaku perampokan yang beraksi di rumahnya Jalan Karya III Lorong Amanah Rt 24/6 No 1542 A Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Minggu (01/3/2015) sekitar pukul 01.15.

Menurut keterangan anak korban, Budi Gunawan (20), kejadian itu berawal saat di rumahnya mati lampu, sedangkan di rumah para tetangga semuanya masih hidup. Sukarni (45), ibunya yang mengetahui hal tersebut, lekas membangunkan ayahnya untuk mengecek saklar.

"Pas keluar untuk mengecek saklar yang berada di luar rumah bagian depan itu, tiba-tiba ayah saya langsung disabet sebuah parang panjang oleh salah seorang pelaku hingga mengenai lengan kiri sebelum akhirnya ayah saya dirangkul pelaku untuk diajak masuk ke dalam rumah," jelasnya saat ditemui di rumahnya.

Saat masuk ke dalam rumah itu, dikatakan Budi, seorang pelaku lainnya yang ternyata membawa senjat api (senpi) langsung menyuruh ayahnya untuk masuk dan diam ke dalam kamar menemui ibunya.

"Pintu di kamar ayah itu tidak bisa dibuka lebar karena rusak, sehingga pelaku menyuruh ayah saya masuk terlebih dahulu. Saat itulah ayah langsung menggunakan kesempatan tersebut dengan cepat langsung menutup pintu dari dalam. Ayah sama para pelaku itu jadi sempat saling dorong pintu kamar," terangnya.

Karena ayahnya berhasil menutup pintu kamar, masih dikatakan Budi, saat itu juga ayah beserta ibunya yang terkurung di dalam kamar langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

"Mungkin karena posisi panik dan saat itu keadaan di rumah juga masih mati lampu, para pelaku kemungkinan langsung berusaha melarikan diri. Namun sebelum pergi itu, pelaku yang membawa senpi menembakkan pistolnya dari balik kaca jendela luar bagian kamar hingga akhirnya mengenai paha ayah saya sebelah kiri tembus ke belakang," terangnya.

Saat menembak tersebut, masih dikatakan Budi, pelaku tanpa melihat arah dan sasaran. Kebetulan saja tembakkan pelaku itu tepat bersarang ke paha ayahnya.

"Kalau menurut saya, tembakan pelaku bisa mengenai ayah saya itu hanya kebetulan saja. Kalau bukan kebetulan, tidak mungkin dikeadaan yang gelap dan dari luar terhalang gordeng jendela tembakan pelaku bisa mengenai ayah saya," katanya.

Diceritakan Budi, sesaat sebelum kejadian persinya sekitar pukul 21.00, kedua pelaku sudah sempat datang ke warung yang ada di bagian rumahnya untuk membeli rokok.

"Kata ayah saya yang sempat melihat pelaku, pelaku itu sekitar pukul 21.00 sudah sempat datang dan membeli rokok. Mungkin saat itu, pelaku tengah menggambar situasi di rumah saya tapi tidak ada yang sadar akan hal itu. Kata ayah saya, pelaku bukan warga sekitar sini," ungkapnya.

Akibat dari kejadian itu, dikatakan Budi, ayahnya harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang di paha.

"Kalau untuk barang berharga belum ada yang hilang, hanya saja kaca jendela depan yang ada di kamar ayah pecah akibat terkena tembakan pelaku," katanya.

Sementara itu, pantauan di lokasi kejadian, tampak kaca jendela depan pecah berlubang dengan diameter sekitar 5 sentimeter akibat terkena tembakan. Selain itu, tampak pula di kamar korban juga masih terlihat bercak darah yang berceceran di lantai dan di dinding.

Kapolsekta Sako Palembang, AKP Oloan Purban saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga merupakan perampokan.

Halaman 1/2
Tags
Penembakan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved