Inspirasi
Lempok Pak Hasan Sudah Terkenal Sejak Puluhan Tahun Lalu
Usaha yang dikelola mulai dari orangtuanya ini mulai ditekuni sejak tahun 1990-an.
Penulis: Wiliem Wira Kusuma | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI -- Usaha pembuatan lempok durian Pak Hasan yang kini terus berkembang sudah terkenal puluhan tahun. Wajar jika salah satu usaha perintis di Desa Batupanceh, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, Provinsi Sumatera Selatan sudah dikenal kalangan masyarakat baik dari dalam daerah atupun di luar kota.
Usaha yang dikelola mulai dari orangtuanya ini mulai ditekuni sejak tahun 1990-an. Hingga saat ini, usaha kecil menengah (UKM) ini sudah memperkerjakan 20 orang warga desa setempat. Dari jumlah karyawan sebanyak itu, perharinya bisa menghasilkan lempok 400 kilogram.
Istri Hasan, Kartini (48) saat dibincangi Sripoku.com di tempat usahanya itu, Sabtu (10/1/2015) mengatakan, hal yang patut disyukuri dengan adanya usahanya ini, selain bisa memenuhi kebutuhan keluarga, bisa memperkerjakan warga desa setempat, sedikitnya ada 20 orang yang bekerja dengan mereka mulai dari menyortir buah durian, memasak lempok hingga pengepakannya. Apalagi seperti saat ini, yang mana harga karet murah, sehingga banyak yang berhenti menyadap. Dari pekerja sebanyak itu, sedikitnya bisa menghasilkan 400 kilogram lempok yang siap dipasarkan.
"Dari tahun 1990-an kami menekuni usaha pembuatan lempok melanjutkan usaha orangtua. Alhamdulillah sekarang ini bisa membiayai sekolah anak, bahkan satunya sudah selesai kuliah. Selain itu, kita dapat memperkerjakan warga, yang mana saat boleh dikatakan mata pencariannya tak menentu, karena anjloknya harga karet. Ya, setiap harinya lempok yang sudah jadi 400 kilogram dan siap dipasarkan," ungkap ibu tiga anak ini memulai percakapannya.
Dikatakannya, lempok buatan mereka ini diminati pembeli hingga bisa merambah ke luar daerah, seperti Palembang, Bengkulu, Lampung dan provinsi lainnya ini karena kualitasnya. Salah satu kelebihannya, karena lempok buatan mereka ini asli durian, dalam artian memakai campuran. Sehingga tidak heran bila dalam satu harinya, mereka harus menyiapkan buah durian masak sebanyak 4.000 buah perhari yang dibeli dari warga.
"Setiap tahun pada musim durian kita melakoni usaha pembuatan lempok ini, Alhamdulillah pelanggan semakin bertambah, karena memang rasanya beda dengan lempok lainnya. Hal itu juga membedakan lempok Asli Empatlawang dengan lempok daerah lainnya, karena rasanya yang lebih enak," terangnya.