Dua Kakak Beradik Tewas Disambar Petir

Melihat kondisi cuaca semakin buruk, almarhumah Agus memerintahkan rekan-rekannya untuk men nonaktifkan ponsel masing-masing.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, BANGKA - Sejak pukul 17.30 WIB, puluhan kerabat dan sanak keluarga terus berdatangan ke rumah Eliani dibilangan gang Kopi, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (16/2/2014).

Kedatangan mereka sebagai bentuk rasa belasungkawa, setelah kedua kakak beradik, yakni Agus Setiawan (27) dan Febrianto (24) tewas tersambar petir, saat melakukan pendakian bersama temannya, yakni Erwak, Randi, Zelfi, Dian di Bukit PAO, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (16/2/2014) sore.

Hingga pukul 21.00 WIB rekan-rekan dari komunitas Bangka Owner Mio Soul (BOM) Babel dan tetangga terus berdatangan. Rumah semi permanen tersebut dipenuhi pelayat. Begitupun dengan halaman depan rumah. Lantunan surat yasin terus berkumandang dari dalam rumah. Jenazah dua kakak beradik Agus dan Febri terlihat berdampingan.

Tak banyak yang terucap dari mulut Eliani (56). Tetes demi tetes air mata, terus membasahi pipi Eliani. Perempuan berkerudung itu tampak tegar menghadapi musibah yang menimpa keluarganya. Ia pun terlihat duduk dan termenung di dapur rumahnya.

Eliani (56) mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, untuk mengisi hari libur kedua anaknya pergi mendaki Bukit PAO. Saat itu, awan disekitar kota Pangkalpinang tampak cerah.

Tiba di atas bukit, rombongan pendaki mendirikan terpal sambil beristirahat. Tak berapa lama hujan turun. Cuaca yang tadinya cerah menjadi mendung. Mereka pun berlindung di bawah terpal.

Melihat kondisi cuaca semakin buruk, almarhumah Agus memerintahkan rekan-rekannya untuk men nonaktifkan ponsel masing-masing. Tak lama berselang, petir menyambar tenda yang didirikan mereka.

"Kejadian nya sekitar jam 14.00 WIB, saat itu hujan tidak terlalu deras. Kami berlindung di bawah terpal. Tiba di atas bukit, Agus sempat meminta teman-temannya untuk mematikan handphone. Tak lama kemudian tiba-tiba petir sudah menyambar mereka," cerita Eliani saat ditemui, Minggu (16/2/2014) malam.

Lanjutnya, usai terkena sambaran petir, semua pendaki berpencar. Eliani tak bisa berbuat banyak, satu jam setengah kemudian tim Basarnas kota Pangkalpinang dibantu Dinas kebakaran dan kebersihan kota Pangkalpinang tiba di lokasi dan melakukan evakuasi.

"Saya tak bisa berbuat apa-apa. Sampai satu jam kemudian tim sar datang ke lokasi," katanya.

Sementara itu, Kurniaji selaku, Komandan Tim Dantim Rescue Sar Kota Pangkalpinang menyebutkan, pihaknya tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu diketahui, Agus dan Febri sudah dalam keadaan kritis. Sementara itu, empat korban lainnya masih sadarkan diri dan hanya terlihat lemas.

"Kami tiba di lokasi sekitar jam setengah tiga. Tiba dilokasi para pendaki sudah berpencar. Saat itu tim menemukan Agus dan Febri sudah dalam keadaaan kritis. Sedangkan empat lainnya masih dalam keadaan sadar," kata Kurniaji.

Menurut Kurniaji, ketinggian lokasi titik kordinat mencapai 170 meter dari permukaan laut. Selitnya medan membuat proses evakuasi memakan waktu hingga berjam-jam. Selanjutnya Ketujuh korban dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Jenazah Agus dan Febri langsung dibawa ke rumah duka. Tiga korban lainya, yakni Eliani, Dian dan Zelfi mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. sementara itu, Randi dan Arwek masih menjalani perawatan di RSUD Pangkalpinang.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved