Lahan Diserobot, Puluhan Warga Mengamuk Cabuti Patok

Dengan emosi, warga yang membawa berbagai jenis senjata tajam mengacung-acungkan senjata sambil mencabut patok-patok yang dipasang PT GNS.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Puluhan warga Desa Jayabakti, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Minggu (13/10/2013) beramai-ramai mendatangi lokasi pematokan lahan yang dilakukan oleh PT Gula Nusantara Sukses (GNS).

Dengan emosi, warga yang membawa berbagai jenis senjata tajam mengacung-acungkan senjata sambil mencabut patok-patok yang dipasang oleh PT GNS yang merupakan lahan sawah mereka.

Tidak ada petugas yang menghalangi aktivitas warga mencabut patok tersebut sehingga warga dengan leluasa mencabut patok-patok itu. Warga yang berhasil menyabut patok lahan mereka kemudian membawanya ke kediaman perangkat desa setempat.

Berdasarkan informasi Minggu (13/10/2013), aksi warga mencabut patok di lahan sawah mereka disebabkan karena sudah geram dengan tindakan PT GNS yang tiba-tiba saja mematoki lahan sawah milik warga. Saat pertama memasang tiang pancang, petugas dari PT GNS mengatakan kepada warga kalau pemasangan tiang-tiang kayu tersebut dilakukan untuk pembangunan irigasi.

Warga yang memang pernah merasa mengajukan untuk pembangunan irigasi dengan senang hati membiarkan pengukuran lahan mereka. Namun pada awal bulan September lalu, tiba-tiba warga dikejutkan dengan pemasangan patok-patok semen dengan merk PT GNS dan merk BPN di lahan sawah mereka.

“Awalnya patok kayu. Kami sangat senang karena mereka mengatakan pematokan untuk pembangunan irigasi. Namun tidak lama kemudian, dengan tiam-diam petugas PT GNS memasang tiang semen yang tulisannya PT GNS dan BPN,” ungkap Dhofir, salah satu warga Desa Jayabakti.

Warga yang marah atas penyerobotan tanah mereka oleh PT GNS kemudian mempertanyakan pematokan tersebut baik kepada pihak perusahaan maupun kepada pemerintah setempat. Namun pemerintah desa mengaku tidak mengetahui adanya pematokan tersebut.

“Perangkat desa sudah kami tanyakan. Mereka tidak tahu dengan pematokan ini. Berarti ini ilegal dan penyerobotan,” katanya.

Tags
OKU Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved