Resensi Buku

Meneladani Gaya Bisnis Rasulullah

Muhammad, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis andal.

Editor: Eko Adiasaputro

SRIPOKU.COM, KUDUS -- Figur Rasulullah memang banyak dikenal dan diteladani di muka bumi ini. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Rasulullah adalah sosok pebisnis luar biasa, yang hampir sepanjang hidupnya tak pernah mengalami kerugian (hlm.16). Gaya bisnis Rasulullah inilah lantas diamalkan para sahabat dan keturunannya hingga menjadikan kejayaan ekonomi Islam abad pertama sampai kesepuluh hijriah.  Buku ini hadir meriwayatkan perjalanan dan strategi bisnis Muhammad sedari kecil hingga diangkat menjadi Rasul.

Muhammad, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis andal. Dalam usia 6 tahun, beliau mengembalakan ternak para peternak kambing. Jumlah ternaknya pun terbilang tidak sedikit, ratusan. Digembalakan di padang yang luas dengan ancaman binatang buas yang senantiasa mengancam. Namun, beliau selalu mampu membawa ternak tersebut pulang dengan selamat, utuh jumlahnya dan dalam keadaan kenyang (hlm.38-42). Faktanya, menggembalakan kambing sejatinya menjadi sarana pendidikan bisnis Muhammad yang efektif dan reflektif. Lewat pendidikan itulah, Muhammad secara otodidak belajar mengorganisasi dan mengelola segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya.

Lamat-lamat, Muhammad tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, teliti, jujur, empati, terbuka, mandiri, berani, mudah beradaptasi, sabar, lugas, dan visioner dalam usia yang masih sangat muda. Selanjutnya, tatkala berusia 12 tahun, Muhammad diajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan ekspedisi dagang  ke negeri Syam. Selain itu beliau juga kerap ikut dalam lawatan-lawtan bisnis ke negara-negara tetangga seperti Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman. Saat itulah Muhammad muda telah belajar bagaimana menjadi seorang eksportir handal sekaligus menyandang posisi sebagai eksekutif muda dengan gelar “al-Amin” (yang dipercaya) (hlm.63).

Beranjak dewasa, Muhammad SAW kian mantap memilih karirnya sebagai pebisnis. Apalagi ia sudah mengantongin bekal kepercayaan dan kredibilitas yang dibangunnya sejak kecil. Ini tentu menjadi satu modal yang sangat mahal di dunia bisnis. Karena adanya kepercayaan, kredibilitas dan profesionalitas inilah hingga akhirnya Muhammad bisa memulai bisnisnya sekalipun tanpa modal. Dia memulainya dengan menjadi seorang manajer perdagangan yang mengolah modal investor dengan sistem bagi hasil. Dan memang, berkat kepiawaian dan didikan bisnis semenjak kecil, para investor selalu merasa puas akan hasil yang dicapai oleh Muhammad. Hal ini menarik perhatian seorang investor besar di kota Mekah, Siti Khadijah. Khadijah pun mempercayakan Muhammad untuk memimpin ekspedisi perdagangan ke Syiria, Jorash, dan Bahrain. Kesuksesannya ini terbukti ketika Muhammad melamar Siti Khadijah dengan mahar 20 unta terbaik kala itu.

Untuk menggapai kesuksesan seperti itu tentunya Muhammad menerapkan satu prinsip dan strategi manajemen bisnis yang sangat handal. Yakni: jujur, setia, dan profesional. Praktis, kala itu Muhammad sudah menjadi tokoh inspiratif meski belum diangkat menjadi Rasul. Bagaimana gaya Muhammad mengutamakan customer satisfaction, excellence service, kompetensi, efisiensi, tranparansi serta persaingan yang sehat dan kompetitif menjadi satu teladan etika bisnis yang ditiru oleh segenap bangsa Arab. Hingga akhirnya pada usia 40 tahun (tahun dimana beliau diangkat menjadi Rasul), sistem bisnis yang dibangunnya sudah tertata rapi, hingga tanpa kehadiran dirinya pun bisnis tetap berjalan baik (hlm.75-82).

Meski sukses, pribadi Muhammad tidak pernah sekalipun menyiratkan kesombongan. Dia senantiasa berbagi dan tidak malu bila harus bergaul dan bercengkrama dengan masyarakat miskin yang ada di sekitarnya. Tidak memandang perbedaan status sosial. Sehingga seluruh elemen lapisan masyarakat mulai dari level bawah, menengah dan atas menghormati dan mengagumi beliau. Itulah mengapa ketika kita memfokuskan pada kehidupan Rasulullah SAW pasca pangangkatan kerasulan, kehidupan bisnisnya tak banyak terlihat. Yang menonjol justru sisi spiritual dan kemapanan dalam memimpin suatu negara. Buku ini bisa dijadikan panduan sekaligus bahan refleksi untuk melecut diri dalam memulai bisnis. Betapa meneladani Rasulullah adalah jalan terbaik untuk menghalau dari godaan bisnis kotor dan korup yang semerbak pada zaman ini.

Pengirim     : Siti Anisah
Pekerjaan    : Pengajar di RTQ Roudlotus Sholihin Jetak Kembang Kudus
                      : Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus.
Alamat          : Desa Ploso RT 01/03 No. 93, Kecamatan Jati, Kudus- 59348, Jawa Tengah.

Resensi Buku:
Judul Buku     : Ilham Juara Berbisnis dari Strategi Perang Nabi
Penulis           : Abdurrahman Sandriyanie Wahid
Penerbit         : DIVA Press, Yogyakarta
Terbit              : 1, Agustus 2013
Harga             : Rp32.000,-
Tebal               : 214 halaman
ISBN               : 9786027695191

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved