Kawanan Gajah Obrak-abrik Kebun Warga

Kawanan gajah dilaporkan telah mengobrak-abrik kebun seluas 50 hektare milik warga dalam lima hari terakhir.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, MEUREUDU - Kawanan gajah dilaporkan telah mengobrak-abrik kebun seluas 50 hektare milik warga di kawasan perbukitan Glee Dama Meuling, Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, selama lima hari terakhir.

"Umumnya lahan yang menjadi sasaran kawanan gajah adalah kebun coklat, pinang, dan kebun pisang," kata Peutua Gle Dama Meuling Hasbullah Umar, kepada Serambi, Minggu (04/08/2013).

Ia mengatakan, warga sudah melakukan berbagai cara untuk menghalau kawanan 'Poe Meurah' tersebut.
Selain membakar mercon, petani juga menabuh gendang dan drum aspal. Namun usaha itu tidak berhasil mengusir kawanan gajah.

"Yang paling menyakitkan, kami telah menyampaikan baik secara lisan maupun pesan singkat (SMS) kepada instansi terkait agar kawanan gajah dapat dihalau, tapi tak pernah ada respons," tuturnya.

Hasbullah menuturkan, warga sementara ini masih bersabar untuk tidak membunuh kawanan gajah tersebut. "Kami bersabar belum memasang ranjau atau meracunnya. Jadi, kami minta instansi terkait segera bertindak," tegasnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie Jaya Muhammad Hasan mengatakan, mengamuknya kawanan gajah itu disebabkan warga membuka lahan perkebunan di area hutan primer.

"Padahal, area hutan primer itu, habitat asli kawanan gajah tersebut. Otomatis, mereka keluar, dan mengamuk di area perkebunan warga itu. Tapi, kami tetap peduli, dan akan mengusirnya," jelasnya.

Sebagai tindaklanjut, kata Hasan, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

"Selanjutnya, BKSDA akan mendatangkan gajah terlatih untuk menghalau gajah pengganggu tanaman warga di Gle Dama Meuling, Beuracan itu," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Tags
Gajah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved