Menonton Aktor Drama BBM
Bukan Indonesia jika panggung nasional tidak menyuguhkan tontonan
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Nasi sudah menjadi bubur, masa lalu sudahlah biar berlalu tetapi semua aktor harus mau belajar dan membenahi diri. Pemerintah dan DPR sebagai aktor utama sekaligus sutradara kalau memang ingin bekerja sungguh-sungguh demi kesejahteraan rakyat harus mempunyai keberanian menyelesaikan pada akar masalah yang ada di hulu bukan yang ada di hilir. Tata ulang atau tinjau ulang dalam mengelola dan mengolah semua kekayaan alam dari perut bumi yang bekerja sama dengan pihak asing, Jika pemerintah berani menata di hulu, so pasti rakyat tidak diminta akan mendukung penuh langkah pemerintah dan rela berkorban demi martabat bangsa dan nasionalisme. Namun jika pemerintah hanya menangani di hilir, maka soal BBM akan terus menerus diombang-ambingkan dan dipermainkan harga pasar oleh asing. Dan drama BBM akan kembali bermain. Unjuk rasa akan kembali digelar dan akhirnya rakyat menjadi korban. Inginkah peristiwa serupa selau berulang-ulang dengan korban rakyatnya sendiri? Mohon direnungkan, Pemerintah akan pro rakyat atau pro asing. Tanyalah rumput yang bergoyang. Terimakasih.