Berita Banyuasin

Andina Pemilik Showroom Nekat Membunuh Kedua Korban Karena tak Tahan Dipukul dan Dilempari Batu

Sunarko merasa kasihan melihat bosnya dipukul dan dilempar dengan batu sehingga ia nekat ambil parang dan membacok para korban.

Andina Pemilik Showroom Nekat Membunuh Kedua Korban Karena tak Tahan Dipukul dan Dilempari Batu
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Wakapolres Banyuasin Kompol M Hadi Wijaya ST didampingi Kabag Ops Kompol MP Nasution SH MH, Kasat Reskrim AKP Wahyu Maduransyah ST SIk, Plh Kasubag Humas Iptu Sumadiyono, dan Kanit Pidum Ipda R Nugroho Panji P SH, konfrensi pers kasus pembunuhan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Dua dari tiga tersangka pembunuhan terhadap korban Suparman Jaya alias Supen (36) dan Jamaludin alias Udin (46) berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),  oleh Satreskrim Polres Banyuasin tanpa perlawanan.

Tersangka pembunuh adik seorang anggota dewan, Apriadi dari Partai PDI Perjuangan itu yakni, Andina (39) pemilik shoowroom Rizky Motor dan Sunarko karyawan shoowroom yang sempat melarikan diri ke wilayah Bumi Bende Seguguk Kecamatan Lempuing dan mereka tertangkap di dalam perjalan tanpa perlawanan.

Sedangkan satu pelakunya, berhasil kabur, kini masih dalam pengejaran.

"Setelah melakukan pembantaian terhadap kedua korban, tersangka bersama rekannya melarikan diri dengan mengendarai mobil menyelusuri Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI," kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SH MHum melalui Wakapolres Kompol M Hadi Wijaya ST SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Maduransyah Putra ST SIk.

Kesigapan anggota Satreskrim atas pelarian tersangka. Akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan tersangka Andina mengakui bahwa dirinya kalap membunuh kedua korban karena, sakit hati diusir dari tempat usaha shoowroom rizky motor oleh korban.

Sandiaga Salahudin Uno Sebut Enterpreneur Dapat Dongkrak Ekonomi Indonesia

Aliansi Pemuda Palembang Protes Kenaikan Tarif PBB, Mereka Menilai Seperti Zaman Kerajaan

Update Kasus Mutilasi Vera Oktaria: Ibu Vera Mendadak Sakit, Rekam Jejak Praka DP Terendus

"Barang bukti yang diamankan pisau dan parang yang digunakan tersangka sebagai alat untuk membunuh kedua korban dan pakaian yang dikenakan korban," ujar Kompol Hadi saat koferensi pers, Jumat (17/5/2019).

Sementaa itu, tersangka Andina mengakui bahwa dirinya melakukan pembunuhan tersebut.

Dirinya nekat disebabkan oleh korban yang telah melempar dirinya lebih awal dengan batu berulang kali. Sehingga mengenai bagian kening luka dan badan.

"Jujur saya tidak ada niat sedikitpun untuk membunuh, karena saya kenal dengan keluarga korban. Apa yang saya lakukan itu, saya hilaf karena lebih dulu saya dipukul dan dilempar pakai batu bata hingga terluka. Saya minta maaf kepada keluarga besarnya," ucap Andina dengan wajah tampak sedih didampingi tersangka Sunarko.

Begitu juga Sunarko, dirinya tidak tega melihat bosnya dipukul oleh orang hingga tak berdaya.

"Saya ambil parang dan saya kapak korban," ujar Sunarko selaku karyawan karena kasian melihat Andina bos shoowroom yang dipukul hingga tak berdaya.

Perlu diketahui, kasus pembunuhan ini terjadi, Sabtu (11/5/2019) menjelang berbuka puasa, yang terjadi di depan Shoowroom Rizky Motor milik tersangka Andina. Dari peristiwa pembunuhan tersebut ternyata Andina tidak sendirian, dirinya dibantu oleh karyawan shoowroom yang tidak tega melihat bos terluka karena lemparan batu bata.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved