Berita OKU Timur

Dinsos OKU Timur Sosialisasi Transformasi Bansos untuk Bantuan Pangan Non Tunai

Penggunaan BPNT ini menggunakan metode kartu yang mana hanya penerima yang bisa menggunakannya.

Dinsos OKU Timur Sosialisasi Transformasi Bansos untuk Bantuan Pangan Non Tunai
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur saat mensosialisasikan transformasi Bansos ke BPNT kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa. 

Laporan wartawan sripoku, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten OKU Timur menggelar sosialisasi transformasi Bansos Rastra menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT).

Sebelumnya Bansos yang berasal dari Rastra akan beralih ke BPNT yang diharapkan tetap tepat sasaran.

Penggunaan BPNT ini menggunakan metode kartu yang mana hanya penerima yang bisa menggunakannya.

Kegiatan ini dilakukan secara bergilir seluruh kecamatan di Kabupaten OKU Timur yang dihadiri oleh Kepala Desa atau perangkat desa di tiap-tiap kecamatan.

Menurut Kepala Dinas Sosial OKU Timur Juwariyah, SE MM melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin Slamet SPd, BPNT yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik.

Kartu tersebut hanya dapat digunakan untuk membeli pangan kepada pedagang (E-Waroeng) yang telah bekerjasama dengan pihak bank.

Dalam satu bulan KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp. 110.000 dimana sesuai dengan pedoman umum dalam BPNT yang bisa diambil beras dan telur.

Sudit III Jatanras Polda Sumsel Ringkus Tersangka Penipuan dan atau Penggelapan Mobil Honda Brio

Sebulan Pascapemilu Belum Ada Caleg Gagal Raih Kursi Pergi Berobat ke RS Ernaldi Bahar

Gubernur dan Keluarga Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan 1 Ulu Palembang

"Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan peserta dapat mengerti mekanisme pelaksanaan BPNT. Sebab dengan adanya BPNT akan memudahkan KPM dalam pengambilan bantuan karena setiap desa akan ada agen atau E-Waroeng. Selain itu para KPM juga bisa mengambil sesuai dengan kebutuhan yang diperlukannya," katanya.

Selain itu, dirinya berharap penyaluran agar bisa lebih tepat sasaran, tetap jumlah, tepat waktu, tepat kualitas tepat harga dan tepat administrasi serta dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala.

Dirinya juga menyampaikan pihaknya tidak pernah mendata jumlah keluarga yang tidak mampu karena data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Jadi pihaknya hanya menyalurkan Bansos sesuai dengan data yang ada dari BPS tersebut. Selain itu dia mengatakan apabila nanti ada tim verifikasi yang melakukan penilaian diharapkan para KPM agar dapat ikhlas apabila tidak masuk dalam daftar lagi.

"Kami menghimbau kepada KPM yang mampu agar ada kesadaran untuk membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri. Sehingga bisa dialihkan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved