Tangkal Hoax, PGK dan Kapolda Sumsel Harapkan Peran Pemuda Sambut Pemilu dengan Senang Hati

Dalam membangun kecerdasan literasi tersebut peran pemuda atau milenial sangat dibutuhkan, karena lebih dari 40 persen pengguna media sosial adalah ka

Tangkal Hoax, PGK dan Kapolda Sumsel Harapkan Peran Pemuda Sambut Pemilu dengan Senang Hati
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ketua PGK Sumsel, Burzah Sarnubi memberikan cindera mata kepada Kapolda Sumsel, Irjenpol Zulkarnain Adinegara dalam Rakorwil & Lokakarya DPW PGK Sumsel. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM. PALEMBANG -- Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Indonesia mengadakan dialog interaktif dengan mengundang Kapolda Sumsel, Irjenpol Zulkarnain Adinegara serta berbagai organisasi masyarakat dan mahasiswa guna mensukseskan Pemilu Damai dan disambut dengan senang hati.

Dalam diskusi ini diharapkan pemilu 2019 disambut dengan suasana gembira dan menjauhi berita bohong (hoax) agar tidak terjadi pertentangan di tengah masyarakat.

"Pemilu adalah pesta demokrasi memilih pemimpin, di negara demokrasi pemilu kan sudah biasa. Jadi harus disambut dengan senang hati serta tetap memenuhi kewajiban-kewajiban yang ada, seperti ikut memilih di TPS, menjaga ketertiban dan menghindari berita bohong," ujar Burzah Sarnubi, Ketua DPW PGK Sumsel, Selasa (26/3/2019).

Dari Belanda, Bupati Muba Dodi Reza Langsung Menuju Rumah Duka Tokoh Sumsel Nazaruddin Kiemas

 

Menurutnya saat ini peredaran informasi bohong di media sosial sudah sangat marak sampai menjurus pada serangan-serangan antar pendukung presiden jelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Banyak bermunculan berita fitnah dan saling klaim kemenangan, propaganda juga tak berhenti menghiasi media sosial di Indonesia, bahkan sampai terjadi saling bunuh di beberapa daerah.

Akibatnya bangsa Indonesia terancam terpecah belah, padahal berita bohong tersebut dapat dicegah dengan peningkatan kecerdasan literasi, yakni sikap mempelajari suatu kabar sebelum membagikan atau menyebarluaskannya.

Dalam membangun kecerdasan literasi tersebut peran pemuda atau milenial sangat dibutuhkan, karena lebih dari 40 persen pengguna media sosial adalah kaum milenial.

"Anak muda jangan ikut menyebarkan hoax, harus di lawan apapun yang mengganggu persatuan Indonesia, apalagi saat ini sudah masuk era industri 4.0, kokoh kuatkan bangsa ini dengan memfilter informasi," jelas Burzah Sarnubi.

Tugas membangun letarasi tersebut merupakan bagian dari peranan Persatuan Gerakan Kebangsaan di seluruh Indonesia dengan rutin membuat forum diskusi, deklarasi-deklarasi dan kampanye damai.

Diharapkan bonus demografi 90 juta anak muda di Indonesia bisa menggiring masyarakat ke arah pembangunan yang Arif dan jauh dari perpecahan.

Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang turut hadir pada lokakarya tersebut mengatakan hoax yang terjadi terus menerus akan menghambat pembangunan di Indonesia.

"Berdasarkan survei Gallup World Poll (GWP) tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia nomor 1 di dunia, kalau hoax tidak dilawan maka ini terancam," ujar Kapolda.

Ia menambahkan generasi milenial harus mengambil peran menangkal hoax dengan hati-hati terhadap konten media sosial, jika menemukan informasi apapun harus di cek terlebih dahulu.

"Dari itu, sebelum menyebar kabar terlebih dahulu harus disaring, sehingga tidak menimbulkan propaganda tengah masyarakat," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved