Berita Palembang

Terdakwa Akui Banyak yang tidak Sesuai Dokumen Penawaran, Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Jalan

Sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan jalan akses bandara Atung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.

Terdakwa Akui Banyak yang tidak Sesuai Dokumen Penawaran, Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Jalan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Jalannya Sidang mengenai keterangan terdakwa, Teguh Direktur PT Bania Rahmad Sentosa, di Pengadilan Negeri kelas 1A Palembang, Kamis (14/3). 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan jalan akses bandara Atung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013 dengan agenda mendengarkan keterangan Terdakwa Teguh dilakukan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Kamis (14/3).

Dalam sidang Teguh mengakui jika pengerjaan jalan yang dilakukan oleh PT Bania Rahmat Sentosa, menggunakan tenaga ahli yang tidak sesuai dengan dokumen penawaran.

"Dalam susunan tenaga ahli dalam pengerjaan jalan tersebut dilakukan oleh bukan ahli yang ada dalam dokumen penawaran," jelasnya sesaat dalam sidang, Kamis (14/3).

Dalam pengerjaan tander tersebut, Teguh mengakui tidak pernah memantau pengerjaan. Dirinya memberi kuasa penuh kepada jajaran stafnya untuk mengecek lokasi.

"Saya tidak tau siapa yang menandatangani progres pengerjaan. Tetapi saya menyuruh staf saya untuk mengecek ke lapangan. Karena saya tidak turun secara langsung. Setiap pengerjaan harus 100 persen kalau belum kita tidak bisa menerima pencairan danannya," jelas Teguh.

Sebelumnya, Teguh mengembalikan uang negara sebesar 5,3 Miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, uang tersebut merupakan uang kerugian negara akibat proyek yang dikerjakannya.

"Saya bingung masalah hukum yang mulia, saya berniat mengurangi rasa bingung saya. Saya mohon ke majelis Hakim, saya mengembalikan uang itu sebagai ithikad baik saya."

"Dalam proyek tersebut saya mendapat keuntungan dari proyek senilai RP 5 Miliar tersebut, yang mana uang tersebut digunakan untuk operasional perusahaan," ujarnya.

Dalam pembangunan akses jalan itu pula, dirinya sempat memasukan 3 perusahaan miliknya dalam proses pemenangan lelang hingga terpilih PT Bania Rahmad Sentosa sebagai pengerja proyek.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved