Berita Palembang

Juni Mulai Musim Kemarau di Sumsel, BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Agustus 2019

BMKG memprediksi bulan Juni musim kemarau akan terjadi di Sumatera Selatan dan puncaknya pada Agustus mendatang

Juni Mulai Musim Kemarau di Sumsel, BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Agustus 2019
IST
Ilustrasi musim kemarau dan pada Juni 2019 mendatang musim kemarau akan terjadi di Sumatera Selatan dan puncaknya pada Agustus 2019. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan terjadi di Sumatera Selatan pada Juni dan puncaknya pada Agustus mendatang. Saat ini, hingga Bulan Mei sudah menunjukkan beberapa titik kemarau. 

Deputi Bidang Klimatologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal mengatakan kondisi di Sumsel saat ini masih tergolong normal bahkan masih memasuki musim hujan dengan curah hujan masih di atas 115 hingga 150 atau di atas normal.

Namun, seiring berjalannya waktu curah hujan ini terus menurun hingga Mei sudah menunjukkan beberapa titik kemarau. Sampai dengan Juni kondisi curah hujan semakin menurun. 

“Di bulan Juni inilah awal musim kemarau terjadi,” jelasnya, Rabu (13/3/2019).

Pada awal Juni hingga dengan September kondisi curah hujan semakin menurun. Bahkan, penurunan cukup signifikan terjadi pada Agustus dimana curah hujan sebagian sangat rendah atau berkisar 20 hingga 50 mm.

Dengan kondisi ini, menurutnya hal yang perlu diwaspadai yakni wilayah yang lebih kering dari normalnya, wilayah inilah paling berpotensi terjadinya karhutla.

“Karena itu, ini segera harus diantisipasi agar tidak terjadinya karhutla di Sumsel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo mengakui berkaca dari tahun sebelumnya karhutla terjadi di Sumsel menghabiskan dana yang cukup besar atau mencapai Rp 1 triliun karena memang bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games.

Karena itu, untuk tahun ini harus dioptimalkan sebaik mungkin agar dana yang dikeluarkan dapat ditekan.

“Salah satu upaya yakni dilakukannya pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan lain sebagainya,” ujarnya. (mg4) 

Pembuatan KIA Butuh Waktu 3 Bulan, Kecamatan SU I Palembang Ajukan 13 Ribu KIA

4 Nama Sarat Pengalaman Incar Kursi Pelatih Kiper Sriwijaya FC, Ada Nama Pelatih Kiper Timnas U19

Dicerai Bahkan Diusir dari Rumah, 5 Artis Ini Sukses Jadi Janda Kaya, No Terakhir Ditalak Pas Hamil

Tak Peduli dengan Status, 5 Artis Cantik Ini Jatuh ke Pelukan Duda Bule, No 2 Seumuran Ayahnya

 
 

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved