Berita Palembang

Kasus Salah Tangkap dan Bidan YL Terus Diselidiki, Kapolda Yakin Oknum Anggota Diberi Sanksi

Meski Haris Mail (25) sudah mencabut laporan mengenai dugaan salah tangkap, namun oknum polisi yang melakukannya tetap akan diberikan sanksi.

Kasus Salah Tangkap dan Bidan YL Terus Diselidiki, Kapolda Yakin Oknum Anggota Diberi Sanksi
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dimintai keterangan mengenai kasus Haris dan bidan YL, Selasa (12/3). 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski Haris Mail (25) sudah mencabut laporan mengenai dugaan salah tangkap yang diduga dilakukan oleh oknum polisi beberapa waktu lalu tidak menutup kemungkinan bagi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegata memberikan sanksi hukuman bagi anggotanya yang dengan sengaja melakukan tindakan sembrono.

Menurut Jenderal Bintang dua tersebut menduga saat kejadian oknum polisi ingin segera mengungkap kasus tersebut.

"Ya silakan saja, walaupun dia sudah mencabut, penyelidikan masih tetap kita lakukan, kami memprediksikan atau menduga oknum polisi berkepentingan sebab, preman mana ada kepentingan. Mungkin dia (oknum) emosional, karena ingin mengungkap segera, itu bisa saja terjadi," jelas Kapolda di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3).

Scientific crime investigation sudah sering dihimbau Kapolda kepada jajarannya untuk mengungkap kasus.

Dirinya berharap adanya kasus ini menjadi pelajaran bagi Polisi untuk selalu berpegang pada bukti ilmiah.

"Itu pelajaran bagi polisi dan organisasi juga, harus didukung oleh bukti ilmiah. Yang bersangkutan juga gak mau diperiksa (Haris). Ya propam yang menangani, paling tidak jadi pelajaran," jelasnya.

Ditinggal Pergi Makan, Motor Nawawi Lenyap dari Tempat Parkirnya

Eks Karyawan Menang Gugatan di PHI, PT Sharp Diminta Bayar Pesangon Rp 600 Juta

Kompak, HDMY Sampaikan SPT Tahunan Bareng di Kanwil DJP Sumsel-Babel

Sementara, mengenai kelanjutan kasus Bidan YL yang mengaku diperkosa oleh 5 orang masih terus didalami oleh jajaran kepolisian.

Menurutnya Korban masih berpegang pada laporan awalnya mengenai kasus perkosaan tersebut.

"Kasus bidan tetap penyelidikan, meski pembuktian ilmiahnya tidak terbukti. Apakah itu laporan palsu dia tidak mengakui. Jika seperti yang saya sering katakan sesuai pembutikan ilmiah jejak, bekas sperma ataupun bulu kemaluan di TKP juga tidak ditemukan," jelasnya.

Sebelumnya, kasus yang menimpa Bidan YL sempat membuat heboh masyarakat. Pasalnya bidan desa tersebut mengaku didatangi dan diperkosa pada malam hari, serta diancam jika berteriak, anaknya akan dibunuh di tempat dirinya bekerja di Pumulutan, Ogan Ilir.

Bidan YL sempat menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang, hingga dinyatakan sehat secara fisik dan psikis.

Sedangkan Korban salah tangkap Haris Mail (25) ditemukan dipinggir jalan oleh warga dan Polsek Rambutan.

Korban lalu dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang. Dari penuturan Haris beberapa waktu lalu, dirinya dipaksa untuk mengakui telah memperkosa bidan tersebut. (mg2)

===

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved