Berita Palembang

Eks Karyawan Menang Gugatan di PHI, PT Sharp Diminta Bayar Pesangon Rp 600 Juta

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang mengabulkan gugatan 14 eks karyawan PT SHARP Elektronik Indonesia (PT. SEID).

Eks Karyawan Menang Gugatan di PHI, PT Sharp Diminta Bayar Pesangon Rp 600 Juta
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Eks karyawan PT SHARP bersama kuasa hukumnya usai mengikuti sidang di PHI Palembang, Selasa (12/3/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang mengabulkan gugatan 14 eks karyawan PT SHARP Elektronik Indonesia (PT. SEID), Selasa (12/3/2019).

Dari hasil putusan tersebut, eks karyawan PT SHARP dinyatakan menang atas gugatannya. Dan pihak tergugat I dalam hal ini PT SHARP wajib membayarkan pesangon 14 karyawan sebesar Rp 600 juta.

Kuasa Hukum Eks Karyawan PT SHARP, Anwar Sadad mengatakan secara fakta hukum benar antara penggugat dan Tergugat I serta Tergugat II (PT SMU) sebagai pihak outsourching memiliki hubungan pekerjaan secara hukum.

Terungkap dalam fakta persidangan, bahwa benar secara fakta hukum terungkap kerjasama mengenai pemborongan pekerjaan yang dilakukan antara Tergugat I dengan Tergugat II telah melanggar perundang-undangan yang berlaku, sehingga hubungan pekerjaan antara Penggugat dan Tergugat II menjadi tanggung jawab Tergugat I.

"Kerjasama antara PT SHARP (Tergugat I) dan PT SMU (Tergugat II) melanggar UU ketenagakerjaan. Jadi kewajiban membayar pesangon itu harus diberikan oleh PT SHARP sesuai hasil persidangan," ujarnya.

Ia menjelaskan, menurut putusan persidangan Tergugat II tidak memiliki izin penyaluran tenaga kerja.

Kanwil DJP Sumsel Babel Beri Penghargaan kepada 20 Wajib Pajak

Herman Deru Minta Pencanangan Zona Integritas Bebas KKN Diinfokan ke Masyarakat

Sriwijaya FC Pertimbangkan Bruno Casimir di Kompetisi Liga 2 2019, Pemain Naturalisasi Asal Kamerun

Sehingga putusan menyatakan bahwa pesangon para eks karyawan harus dibayarkan oleh pemberi kerja dalam hal ini Tergugat I bukan pihak outsourcing Tergugat II.

"Hasil putusan sidang sudah jelas PT SHARP harus bertanggung jawab. Jadi kami harap Tergugat I mengakhiri konflik ini dan membayar pesangon eks karyawan sebesar Rp 600 juta," harap Sadad.

Kuasa Hukum Tergugat II, Devi Gapriansah mengatakan antara Tergugat I dan Tergugat II sudah menjalin kerjasama sejak tahun 2005 sampai 2017.

Ia mengungkapkan, perjanjian penyerahan sebagian tenaga kerja (Pengugat) oleh Tergugat I kepada tergugat II bertentangan dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2003 dimana penyerahan pekerja ke perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerja yang dibuat secara tertulis dan harus melewati alur kerjasama yang jelas.

"Pihak Tergugat I tidak memenuhi alur dan tak melaporkan ke Dinasker Palembang. Selain itu para tergugat ini merupakan pekerjaan utama (Marketing) bukan penunjang, sehingga hak para eks karyawan itu tanggungjawab Tergugat I," tegasnya.

Sementara perwakilan Tergugat I, Sagoro ketika dimintai konfirmasi melalui pesan Whatsapp tidak merespon. (Oca)

===

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved