Berita Palembang

Ditinggal Pergi Makan, Motor Nawawi Lenyap dari Tempat Parkirnya

Motor Achmad Nawawi (45) warga jalan Bungaran II Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini hilang saat ditinggal makan.

Ditinggal Pergi Makan, Motor Nawawi Lenyap dari Tempat Parkirnya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Nawawi mendatngi pengaduan Polresta Palembang, melaporkan motornya yang hilang, Selasa (12/3), 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Motor Achmad Nawawi (45) warga jalan Bungaran II Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini hilang saat ditinggal pergi makan, Senin (11/3/2019).

"Saya biasanya parkir di tempat kerja saya pak di depan kantor Notaris Fitriar Wirawan yang beralamat di jalan Jendral Sudirman Lorong Prapen Kecamatan IT I Palembang," ungkapnya kepada petugas piket SPKT Polresta
Palembang saat melapor, Selasa (12/3/2019).

Waktu itu Nawawi meninggalkan motornya sebentar untuk makan yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah makan Nawawi terkejut motor Yamaha Vega ZR dengan nopol BG 5395 RG warna hitam sudah
tidak ada lagi di tempat.

Eks Karyawan Menang Gugatan di PHI, PT Sharp Diminta Bayar Pesangon Rp 600 Juta

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Latin Arab dan Artinya, Tambah Pahala & Penggugur Dosa

Kompak, HDMY Sampaikan SPT Tahunan Bareng di Kanwil DJP Sumsel-Babel

"Ya pak saya biasanya parkir disitulah pak aman-aman saja, tapi pas Senin (11/3) ditinggal makan sebentar motor yang dalam keadaan terkunci stang hilang tanpa adanya orang yang tahu keberadaan motor saya pak,"katanya.

Nawawi mencoba mencari keberadaan motornya di sekitar TKP dengan bertanya kepada orang sekitar.

Namun hasil yang di dapatkan nihil sehingga dirinya keesokan harinya Selasa (12/3) melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang.

Sementara, Kepala SPKT Polresta Palembang Ipda Dofan membenarkan adanya laporan korban terkait pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang mana korban meninggalkan kendaraannya untuk makan.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti laporan korban tersebut, sementara pelakunya akan kita cari dan akan terkena tindak pidana dengan pasal 363 KUHP ancaman hukuman maksinal lima tahun
penjara," tutupnya. (diw).

===

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved