Berita Palembang

2020 Produsen Air Mineral Kemasan Wajib Pakai Label SNI di Kemasan Air Minum

Produsen kemasan air mineral isi ulang Tahun 2020 mendatang, wajib menggunakan label sertifikat Standar Nasional Indonesia

2020 Produsen Air Mineral Kemasan Wajib Pakai Label SNI di Kemasan Air Minum
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sripoku.com Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pada 2020 mendatang, produsen kemasan air mineral isi ulang tahun 2020 wajib menggunakan lebel sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada kemasan produk yang dipasarkan, Senin (18/2/2018).

Air minum terbagi menjadi tiga, yakni mineral, D mineral dan air embun. Dimana, air mineral mengandung mineral dan D mineral air yang tidak mengandung mineral, sehingga berbeda pada proses produksinya.

Produksi D mineral menggunakan filter, sedangkan air isi ulang termasuk yang mineral.

"Kalau belum ada SNInya tahun 2020 nanti tidak boleh produksi lagi, akan kita stop," ungkapnya Penanggung Jawab Harian Teknis Badan Standarisasi Nasional (BSN) Palembang, Haryanto, Senin.

Tidur Dalam Posisi Miring ke Arah Kiri Sangat Baik Untuk Kesehatan, Ini 7 Manfaatnya

Tolak Beri Uang Diduga untuk Beli Sabu-sabu, IRT di Palembang Ini Dianiaya Suami yang Sedang Sakau

KPU Empatlawang Klaim DPT Baru Didominasi Penghuni Rutan Cabang Empatlawang

Menurut Haryanto, SNI wajib dilaksanakan sesuai dengan peraturan menteri perindustrian no 78 tahun 2016.

Pada aturan itu disebutkan megenai spesifikasi teknis, kapan batas waktu berlaku sampai pengecualiannya, bahwa air minum mineral kemasan ini tidak berlaku bagi penumpang luar negeri (hand carry), air mineral untuk penelitian.

“Sedangkan kalau air minum untuk dikonsumsi wajib menggunakan SNI. Sementara ini air minum dalam kemasan cup dan botol di Kota Palembang beberapa sudah mendapat sertifikasi pada kemasannya,” ujar dia.

Pihak BSN Palembang sendiri, kata dia, sudah berupaya mensosialisasikan hal tersebut ke produsen air mineral yang ada di Palembang dan untuk produsen air minum galon yang di pinggir jalan.

Video Truk Fuso Terbalik di Jalan Lintas Timur, Petani yang Menyemai Padi Nyaris Tertimpa Besi

Ada Diskon Puluhan Juta Setiap Pembelian Mobil Datsun Cross, Khusus Bulan Februari

Video Tim Srigala Polres OI Tangkap Bandit Jalur Lintas Palembang-Indralaya Di Kepri

Untuk sementara ini, memang ada pengecualian, untuk galon air isi ulang itu, cukup menguji di kementerian kesehatan, karena Kementerian Kesehatan mengeluarkan standar air minum, hampir mirip dengan Standar SNI namun ada beberapa parameter, seperti parameter cemaran lingkungan.

"PP kementerian kesehatan bebas pengujiannya di Laboratorium mana saja, namun di SNI harus terakreditasi minimal terkalibrasi alat ujinya," jelasnya.

Sedangkan, untuk teknis sertifikasinya, cukup datang ke Kantor BSN dan melengkapi persyaratannya nanti pihak BSN yang mencoba membantu sampai proses sertifikasi itu selesai.

"Sampai sekarang, memang kebanyakan masih terkendala di masalah pembiayaan untuk proses sertifikasi tersebut, karena sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengaju, jadi baru sedikit yang mengajukan bukan hanya dari produsen air isi ulang, namun yang lainnya juga," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved