Berita Palembang

Tak Ada Ruko, Pilih Jualan Kemplang di Mobil, Bisa Kumpulkan Omzet Ratusan Ribu per Hari

Menjajakan penganan kerupuk-kemplang biasanya dilakukan orang di warung kelontongan ataupun ruko.

Tak Ada Ruko, Pilih Jualan Kemplang di Mobil, Bisa Kumpulkan Omzet Ratusan Ribu per Hari
SRIPOKU.COM/PAIRAT
Yati (59) menjajakan kerupuk-kemplang menggunakan Honda Brio di pinggir jalan kawasan Balap Sepeda Kampus Palembang, Jumat (16/2/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Pairat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menjajakan penganan kerupuk-kemplang biasanya dilakukan orang di warung kelontongan ataupun ruko.

Namun apa yang dilakukan Yati (59) 5 bulan terakhir tergolong unik, pasalnya Dia bersama anak laki-lakinya menjajakan kerupuk-kemplang menggunakan Honda Brio putih miliknya di pinggir jalan kawasan Balap Sepeda Kampus Palembang.

Saat ditemui Sripoku.com, Jumat (16/2/2019) Yati tengah melayani pembeli yang rata-rata pengendara roda 2 maupun roda 4 yang tengah melintas di kawasan tersebut.

Gubernur Sumsel Herman Deru Ingin Cluster Sekolah Diterapkan Pada Tahun Ajaran Baru

Safari Jumat di Bukit Baru, Herman Deru Ngaku Iba dengan Wako Palembang

Pengakuan Jufriyanto, Tak Terbebani Meski Gantikan Dikri di Posisi Kiper Sriwijaya FC

Yati pun menggantungkan kerupuk dan kemplang yang diberi label Kerupuk "Al & Lis"pada kap mobilnya.

Sekilas dari tampilan bentuk kerupuk-kemplang yang dijajakan Yati memang sama dengan penganan kerupuk-kemplang umumnya.

Namun dari sisi rasa, Yati menuturkan kerupuk-kemplang ini didatangkan langsung dari Jejawi OKI Sumsel.

"Kerupuk-kemplang kito jual asli dusun Jejawi OKI, jadi ini usaha bersama keluarga disana dan kito yang menjajakan dinsini," ungkap Yati.

Sriwijaya FC Tak Hanya Bermodalkan Semangat Hadapi Madura United Meski Mayoritas Pemain Muda

Wagub Mawardi Ingin Songket Eksis di Amerika, Program Sister City

Sebut Sekolah Gratis Ada dan Tiada, Herman Deru Akan Bentuk Cluster Sekolah di Sumsel

Sedangkan untuk bahan dasar yang digunakan adalah ikan tenggiri, sepat dan gabus dan dibuat tanpa menggunakan MSG.

Harga yang dipatok Yati pun cukup terjangkau, untuk 1 kantong berisi 50 keping kerupuk dihargai Rp25 ribu.

Sedangkan 1 kantong kemplang ukuran sedang berisi 20 keping dihargai Rp 20 ribu dan berukuran agak besar Rp25 ribu.

Dalam sehari, sekitar 20 hingga 30 bungkus kerupuk-kemplang terjual dengan omzet keuntungan ratusan ribu rupiah.

Dua Bandit 3C Keok Ditembak Tim Tekab 134, Sempat Melawan dan Sempat Acungkan Senpi ke Petugas

Sebut Sekolah Gratis Ada dan Tiada, Herman Deru Akan Bentuk Cluster Sekolah di Sumsel

Setiap hari pada pukul 13.00 hingga pukul 18.00 Yati mulai mangkal menjajakan kerupuk kemplang di kawasan kampus Palembang.

Yati pun menerima orderan bagi yang ingin mengadakan hajatan dan bisa pesan langsung di tempatnya mangkal.

Penulis: pairat
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved