Berita Palembang

Dua Bandit 3C Keok Ditembak Tim Tekab 134, Sempat Melawan dan Sempat Acungkan Senpi ke Petugas

Dua pelaku spesialis 3C (Curas, Curat dan Curanmor) diringkus jajaran Pidum (Pidana Umum) dan Tekab 134 Polresta Palembang.

Dua Bandit 3C Keok Ditembak Tim Tekab 134, Sempat Melawan dan Sempat Acungkan Senpi ke Petugas
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, didampingi Kanit Reskrim Iptu Tohirin ketika rilis perkara dua pelaku spesialis 3C, Hendra dan Rendy di Polresta Palembang, Jumat (15/2/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua pelaku spesialis 3C (Curas, Curat dan Curanmor) diringkus jajaran Pidum (Pidana Umum) dan Tekab 134 Polresta Palembang.

Salah satu pelaku pun terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas, lantaran hendak melawan dan kabur saat ditangkap, Kamis (14/2/2019), sekitar pukul 21.00.

Keduanya yakni Hendra Cipta Irawan (35) warga Jalan Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru Kecamatan SU I, dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya sebelah kanan.

Dan Rendy Apriansyah (29) warga Jalan Dipo Lorong Sumatra Kecamatan Kertapati, Palembang.

Ajak Komunitas, Pemilik Bundarayya Geruduk Pasar Gubah Palembang Bagi-bagi Nasi Kotak

Ikan Betutu di Perairan Sumsel Miliki Harga Jual yang Tinggi di Luar Negeri, Berikut Khasiatnya

LOWONGAN KERJA - PT KAI Minta Warga Waspada Penipuan Rekrutmen Pegawai PT KAI, Daftar di Situs Resmi

Informasi yang dihimpun ditangkapnya kedua pelaku ini berawal dari adanya laporan korban yakni Ricky Mailando (29), warga Jalan Dipo Kelurahan Kertapati Kecamatan, Kertapati Palembang, yang mana rumahnya sudah di bobol pelaku, pada 08 Februari 2019, lalu sekitar pukul 06.15.

Atas kejadian ini korban pun harus kehilangan barang-barang berharganya, 1 unit motor Scupy warna merah maron BG 6160 ABT, 2 buah HP, 1 buah Helm dan 1 ekor burung Beo war hitam, dengan totol kerugian Rp 16 juta.

"Atas laporan inilah pelaku kita tangkap. setelah keberadan pelaku berhasil kita endus," Ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, melalui, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi
Winara didampingi Kanit Pidum Iptu Tohirin, Jumat (15/2/2019), ketika rilis perkara.

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Cerita Rita Rianti Pemilik Katering Barokah 2M, Jualan Sambil Beramal Setiap Jumat Lewat Nasi Kotak

Modus Pura-pura Telepon Istri, Pria Ini Bawa Kabur Ponsel Milik Pengunjung Pasar 16 Ilir

Lanjut Yon Winara, kedua pelaku ini merupakan resedivis kambuhan, yang sudah keluar masuk penjara. Salah satu pelaku pun terpaksa kita lumpuhkan, karena melawan saat ditangkap.

"Pelaku ini merupakan resedivis, yang sering keluar masuk penjara. Keduanya juga merupakan
rekan dari AL, yang sebelumnya kita berikan tindakan tegas," katanya.

Selain mengamankan dua pelaku, sambung Yon Winara, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa, 1 ekor burung Beo warna hitam, Tiga unit Moto, Honda Beat, Honda Scopy dan Honda Vario, Kunci liter T, I Buah Televelis 32 inci.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan Pimpin Upacara Gelar Pasukan Ops Gaktib dan Yustisi

Kapolda Sumsel Perintahkan Penyidik Selidiki Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang Bulog OKU Timur

BREAKING NEWS : Polres Lahat Grebek Satu Hektar Ladang Ganja Siap Panen di Kecamatan Jarai

"Ketika diringkus dari tangan pelaku diamankan, 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna silver bergagang putih dan 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm," bebernya.

Atas ulahnya pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjaran 5 tahun dan pasal Undang-undang Darudat No 12, ancaman penjara 15 Tahun penjara.

Pertemuan Kapolresta Palembang dan Ketua DPRD Palembang, Beragam Hal Ini yang Jadi Topik Pembicaraan

Diguyur Rintik Hujan, Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah Mendadak Jadi Tukang Becak

Kombes Pol Didi Hayamansyah Resmi Jabat Kapolresta Palembang

Sedangkan, Hendra ketika digiring ke Polresta Palembang hanya merengek kesakitan lantaran kakinya dihadiah petugas dengan timah panas.

"Terpaksa pak saya melakukan aksi pencurian ini. Lantaran tak ada pekerjaaan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, jadi saya seperti ini," ujarnya.

Hal yang sama diungkap Rendy, dirinya nekat melakukan aksi pencurian ini, lantaran tak ada pekerjaan," saat melakukan aksi bobol rumah, saya hanya bertugas melihat situasi disekitar rumah korban, sedangkan
yang masuk rumah Hendra," ungkapnya.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved