Berita Palembang

Ketua IJTI Sumsel : Informasi Versi Admin Medsos dengan Produk Berita Jurnalis Itu Jelas Berbeda

IJTI Sumsel mengadakan workshop yang bertemakan Benang Merah Produk Jurnalis Versus Media Sosial yang digelar di aula Kejari Palembang

Ketua IJTI Sumsel : Informasi Versi Admin Medsos dengan Produk Berita Jurnalis Itu Jelas Berbeda
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Ketua IJTI Sumsel Sefti Feriansyah di aula Kejari Palembang Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Sabtu (9/2/2019) 

IJTI Sumsel dan Kejari Palembang Gelar Workshop Jurnalis

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, mengajak masyarakat khususnya kalangan mahasiswa untuk bisa lebih paham akan informasi pemberitaan.

Terutama dalam menyaring informasi pemberitaan yang terpublikasi di media sosial (medsos), maupun di media online, cetak atau pun elektronik.

Tujuan tak lain yakni agar masyarakat tidak terjebak dengan berita hoax.

Dalam mengajak masyarakat khususnya bagi kalangan mahasiswa agar tidak terjebak informasi hoax,  pengurus IJTI Sumsel bekerjasama Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, mengadakan workshop yang bertemakan Benang Merah Produk Jurnalis Versus Media Sosial yang digelar di aula Kejari Palembang,  Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Sabtu (9/2/2019).

Bertepatan Hari Pers Nasional, Presiden Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan

Diguyur Rintik Hujan, Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah Mendadak Jadi Tukang Becak

Kapolda Sumsel Perintahkan Penyidik Selidiki Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang Bulog OKU Timur

Nara sumber yang hadir dalam workshop untuk pemaparan yakni Kepala Kejari Palembang Asmadi SH MH, Dosen Unsri Nurly Melinda dan Ketua IJTI Sumsel Sefti Feriansyah S.Kom.

"Workshop ini sudah kita susun sebelumnya dan alhamdulillah bisa digelar. Intinya workshop ini digelar oleh IJTI Sumsel, tujuan untuk memberikan edukasi kepada peserta workshop yang kita undang yakni kalangan wartawan dan mahasiswa," ujar Sefti Feriansyah S.Kom selaku Ketua IJTI Sumsel.

Pria yang akrab disapa Yayan Van Luber ini mengatakan, informasi atau pemberitaan di media sosial versi admin (pemegang akun di Instagram ataupun facebook) dengan produk berita dari jurnalis itu jelas berbeda. Jadi dengan adanya workshop ini, bisa diketahui mana informasi berita yang jelas dan mana yang bukan.

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Petani di Ogan Ilir Ini Kepergok Simpan Narkoba Sabu-sabu Seharga Rp26 Juta, Berikut Kronologisnya

Terkait Temuan 6 Ribu Ton Beras Rusak di Gudang OKU Timur, Direktur Pengadaan Bulog Angkat Bicara

"Sudah pasti tujuannya untuk mengetahui produk jurnalis dan medsos seperti apa. Disini kita akan cari benang merahnya dalam produk tersebut. Kalau tulisan yang tayang di medsos, belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi jika tulisan itu dari wartawan atau jurnalis, itu jelas.

Karena pemilik media menerbitkan atau menayangkan berita baik di media online, cetak ataupun elektronik, itu jelas nara sumbernya dan sudah terdapat klarifikasinya dalam berita tersebut," jelas Yayan.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved