Berita Palembang

Macet Panjang hingga Kurang Istirahat, Sopir Ngeluh Larangan Angkutan Barang Masuk dalam Kota

Diberlakukannya larangan angkutan barang masuk dalam kota Palembang dibawah pukul 21.00 masih menuai protes oleh para driver.

Macet Panjang hingga Kurang Istirahat, Sopir Ngeluh Larangan Angkutan Barang Masuk dalam Kota
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Petugas Dishub Palembang saat melakukan ramp check di komplek pergudangan Palembang, Rabu (14/11/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Diberlakukannya larangan angkutan barang masuk dalam Kota Palembang di bawah pukul 21.00 masih menuai protes oleh para driver. Mereka mengeluhkan imbas dari aturan baru tersebut dinilai banyak merugikan bagi para sopir.

Musnizar, seorang sopir tangki mengaku merasa keberatan jika para sopir angkutan ekspedisi harus masuk ke jalan protokol Palembang pada pukul 21.00. Ia pun meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang untuk meninjau ulang peraturan tersebut.

Petugas Dishub Palembang saat melakukan ramp check di komplek pergudangan Palembang,  Rabu (14/11/2018).
Petugas Dishub Palembang saat melakukan ramp check di komplek pergudangan Palembang, Rabu (14/11/2018). (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Baca: Dituding Keluarga Kriminal, Adik Vicky Prasetyo Murka hingga Pertanyakan Ijazah Angel Lelga di Pileg

Baca: Padahal Kaya Raya, Deretan Artis Ini Lebih Suka Hidup Sederhana, No 3 Jatah Bulanannya 600 Juta

"Kami para sopir angkutan ekspedisi merasa keberatan jika harus keluar habis bongkar di atas jam 9 malam, karena menyebabkan macet panjang saat mengantre masuk jalan kota," ujarnya, Rabu (14/11/2018).

Senada, Deni sopir ekspedisi lainnya mengaku aturan baru disosialisasikan tersebut membuat waktu istirahat sopir jadi berkurang. Lantaran selain menuai kemacetan panjang, waktu mereka bertemu keluarga tercinta jadi berkurang karena waktu bekerja banyak habis di jalan.

"Sebelum waktu ditetapkan kita harus parkir dulu, sehingga waktu istirahat jadi berkurang. Kapan lagi waktu kami bertemu anak-istri di rumah," ungkapnya.

Kabid Pengawasan Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison menjelaskan permasalahan tersebut sudah pihaknya bahas bersama pemilik gudang dan pihak terkait. Dari hasil kesepakatan semua pihak setuju dengan peraturan yang baru disosialisasikan itu.

"Peraturan ini sudah dikaji dan sepakat bersama. Kalau masalah pribadi sopir tidak kita layani, sebaiknya mereka laporkan kepada pimpinan perusahaan masing-masing, " terangnya.

Menurutnya, keluhan yang dilayangkan oleh para sopir tersebut karena pemilik gudang kurang memberikan arahan dan pengertian pegawainya sehingga timbul sedikit polemik.

Meski ada protes dari para sopir, Marta menegaskan peraturan angkutan barang masuk jalan kota tak akan dirubah. Jika pun ada revisi, jam masuk kendaraan tak akan lebih maju malah bisa lebih mundur dari pukul 21.00.

"Orang pulang kerja itu batasnya sampai jam 9 malam, jadi tak mungkin kita majukan. Para sopir mungkin hanya belum terbiasa saja, pemilik gudang juga harus memberikan sosialisasi," kata Marta.

====

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved