Berita Palembang

Berita Palembang : Masyarakat Bisa Awasi Pengelolaan Keuangan Lewat Android Dengan e-Sumsel

BPKAD) Provinsi Sumsel tengah merancang sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan keuangan yang terintegrasi

Berita Palembang : Masyarakat Bisa Awasi Pengelolaan Keuangan Lewat Android Dengan e-Sumsel
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sumsel, Mukhlis 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel tengah merancang sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan keuangan yang terintegrasi, yang diberi nama e-Sumsel.

Dengan hadirnya sistem tersebut diklaim lebih efisien jika dibandingkan dengan aplikasi e-Planning dan e-Simda yang selama ini digunakan SKPD. Nantinya penerapan e-Sumsel baru efektif dilaksanakan di tahun anggaran 2020.

Baca: Gara gara Ini Lahan Pertanian di Palembang Hilang 62 ribu Hektar

“Untuk 2019 ini, data yang ada akan mulai dimigrasikan. Benar-benar efektif berjalan kemungkinan di 2020 mendatang,” ujar Kepala BPKAD Sumsel, Muchlis, Kamis (11/10/2018).

Dijelaskan Muchlis, pembuatan sistem tersebut merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu yang lalu. Sistem e-Sumsel merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim IT BPKAD Sumsel.

Baca: Tingkatkan Produksi Air Bersih, PDAM Tirta Musi Bangun Intake di Pulokerto

Nantinya, seluruh struktur anggaran SKPD serta realisasinya dapat langsung dilihat di dalam sistem dan diawasi langsung oleh masyarakat. Mulai dari pendapatan hingga belanja tersaji dalam program tersebut. Berikut juga targetnya. Sehingga, realisasi penerimaan anggaran dan serapannya.

"ini bisa diawasi hanya melalui android saja,” ujarnya.

Baca: Pemain Barcelona Patahkan Hidung Berkay Karena Berusaha Dekati Istri Sang Penyanyi Turki Itu

Lebih lanjut, kata Muchlis, sistem e-Sumsel dibuat dengan menerapkan standar satuan harga (SSH) dan analisa standar biaya. Termasuk satuan harga ke-PU-an. Sehingga, jika SKPD memiliki program tinggal memasukkan item pekerjaan serta volumenya saja. Misal satu SKPD ingin mengeluarkan anggaran belanja ATK.

Begitu juga jika penganggaran jalan dan jembatan serta anggaran perjalanan dinas, program bimbingan teknis dan beberapa program lainnya. “Secara otomatis, sistem akan langsung menghitung serta menetapkan jumlah dana yang harus dianggarkan," tutupnya

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved