Berita OKU Selatan
Mengungkap Sejarah Penemuan Candi Kebayan Oku Selatan! Usianya Setua Borobudur dan Prambanan
beberapa tahun lalu pernah diteliti tim arkeolog dari Jambi, mereka menuturkan kalau usia batu candi seusia denga candi Prambanan dan Burobudur.
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Candra Okta Della
Laporan Wartawan Sripoku.com ALAN NOPRIANSYAH
SRIPOKU.COM, MUARADUA--Siapa sangka aset bersejarah situs cagar budaya berupa bangunan Candi Kebayan yang berada di Desa Jepara Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, memiliki usia batu bangunan candi seusia dengan Candi Burobudor dan Candi Prambanan.
Disambangi Sripoku.com, Selasa (11/9/2018).
Candi yang telah lama berada di Desa Tepian Puncak Bukit Danau Ranau Desa Jepara di tengah perkebunan warga itu dengan kondisi tidak terawat tanpa adanya pagar pembatas dan tidak beratap mengakibatkan batu candi berlumut tanpa sentuhan dari pemerintah terkait.
Candi yang memiliki kaitan sejarah dengan kerajaan Sriwijaya tersebut, masih tenjaga keaslian bentuk batu Candi yang dengan beragam potongan batu yang diukir berbentuk kotak menyerupai peti dan bentuk pahatan berupa lubang berkotak pada batu candi Yng berukuran 5 hinga 15 cm.
Pemuda adat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Hendra Fatinama, mengharapkan adanya pembugaran dengan untuk menjadi salah satu Icon Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

“Sudah sewajarnya aset bersejarah Candi Kebayan di jadikan kembalikan pada bentuk awal pada masa kejayaanya, dengan demikian diharapkan akan menjadi Icon terbaru OKUS menjadi gerbang duplikasi Candi Kebayan, dengan begitu harapan tentang terwujudnya Desa Wisata berlatar budaya akan terwujud,”harap Hendra.
Bangunan Candi Kebayan yang memiliki sejarah Budaya di sekitar, namun sama sekali belum tersentuh pihak pemerintah untuk melakukan pembugaran agar aset bersejarah dapat menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke wisata Danau Ranau.
Dari penuturan Yanto Alipson Kades Jepara,mengungkapkan beberapa tahun lalu tim arkeolog dari Jambi melakukan penelitian pada batu Candi Kebayan mengatakan kalau usia batu candi sangat tua, seusia dengan Candi Prambanan dan candi Burobodur.
”Beberapa tahun lalu pernah diteliti tim arkeolog dari Jambi, mereka menuturkan kalau usia batu candi seusia denga candi Prambanan dan Burobudur,"Ujar Kepala Desa Jepara Yanto Alipson Selasa (11/9/2018)
Dikatakan Alipson, hasil penelitian tim arkeolog bahwa Candi Kebayan berbentuk rumah berada di dalam tanah dengan kedalaman berkisar 7 meter yang saat ini hanya terlihat bagian atas candi akibat termakan waktu.
Sementara itu terkait belum dikenalnya Aset Bersejarah Candi Kebayan yang mempunyai sejarah budaya, Dinas Pariwisata OKU Selatan melalui Kabid Distinasi Wisata Devianto mengatakan pihaknya tengah mengusulkan bantuan Dana DAK pada Kementrian Budaya terkait pengamanan aset wisata.
"Saat ini Candi Kebayan tengah dalam proses pengajuan bantuan dana DAK ke kementrian budaya pusat, guna pembangunan pagar Candi untuk kemananan aset wisata budaya yang konon katanya memiliki keterkaitan dengan kerajaan Sriwijaya" Kata Devianto.
Devianto mengakui saat ini masih masyarakat Kabupaten OKU Selatan belum banyak mengetahui terkait keberadaan Candi Kebayan dirinya sehingga diperlu dikenalkan pada wisatawan dan masyarakat.
"memang masih banyak yang belum mengenal dan mengetahui lokasi Candi Kebayan, namun kedepan akan kita jadikan destinasi wisata yang baru pada Wisatawan karena merupakan bangunan bersejarah san berada di sekitaran wisata Danau Ranau"ujarnya.