Pilpres 2019

Prabowo Siap Bagi-bagi Jatah Kekukasaan Jika Jadi Presiden, Berani Jujur Ungkap Perjanjian Ini

Beda cara Jokowi dan Prabowo bagi-bagi kekuasaan jika menang Pilpres. Prabowo berani jujur ungkap perjanjian ini.

Prabowo Siap Bagi-bagi Jatah Kekukasaan Jika Jadi Presiden, Berani Jujur Ungkap Perjanjian Ini
IST
Prabowo Subianto dan Joko Widodo 

SRIPOKU.COM - Bagi-bagi kekuasaan sepertinya masih terus menggeroti Pemerintahan Indonesia. 

Mulai dari level Bupati, Walikota hingga Presiden. 

Meski terkesan tersembunyi nan rapi, tapi ujungnya semua bisa melihat bagaimana Partai Koalisi yang mendukung pemimpin akan membagikan kursi kekuasaan bersama partainya. 

Ketika awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo menjanjikan tidak akan membagi kekuasaan. 

Lambat laun, kabinet Jokowi diisi dari berbagai partai koalisinya. 

Dari 34 kementerian yang ada, Jokowi memberikan jatah 16 kursi menteri untuk partai politik.

Keputusan ini dinilai sejumlah pihak sangat tidak sejalan dengan pernyataan Jokowi yang menyatakan bahwa koalisi parpol yang mendukungnya adalah koalisi tanpa syarat.

Presiden terpilih Joko Widodo menyatakan bahwa pemberian jatah 16 kursi menteri untuk partai politik pendukungnya bukanlah sebuah praktek bagi-bagi kursi kekuasaan untuk partai politik pendukungnya atau sebagai bentuk kompromi.

Menurutnya praktek yang dinamakan transaksional bagi-bagi kursi menteri dilakukan sebelum pemilihan presiden dimulai, sedangkan ia baru mengkalkulasikan 16 kursi menteri untuk partai politik dan 18 kursi untuk profesional non partai, baru diputuskan setelah menang pemilihan presiden.

Gambar terkait

Halaman
123
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved