Berita Haji

Layanan Bus Haji dan Jatah Makan Dihentikan Panitia

Bidang Transportasi Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Mekkah, Kamis (16/8) mulai menghentikan pelayanan Bus Shalawat

Layanan Bus Haji dan Jatah Makan Dihentikan Panitia
sripo/yunus
DIHENTIKAN --Jelang pelaksanaan wukuf di Arafah, layanan bus shalawat yang biasa melayani jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dihentikan sementara. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Muhammad Husin

SRIPOKU.COM, MEKKAH - Bidang Transportasi Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Mekkah, Kamis (16/8) mulai menghentikan pelayanan Bus Shalawat yang melayani jemaah dari Hotel (maktab) ke Masjidil Haram.

Kebijakan itu diambil, terkait kesiapan PPIH untuk pelaksanaan wukuf di Arafah. Bahkan, jatah makan juga ikut
dihentikan hingga proses haji selesai.

Seperti diketahui, bidang transportasi menyediakan puluhan Bus yang secara simultan melayani jemaah haji yang tersebar 12 zona terminal, mulai dari Aziziah Junibiah©Jamarat dengan kode Nomor Bus 1 hingga terminal Rea Bakhsy-Jiad. Dan semua bus itu secara jelas terpasang stiker Merah-Putih.

Menurut Kontributor sripo di Mekkah, Adrian Yunus melaporkan, bagi jemaah haji Indonesia yang berada di Misfalah, mereka dilayani bus shalawat dengan No 5 yang setiap jam beroperasi ke Masjidil Haram.

Namun terhitung 16-25 Agustus, Bus Shalawat dihentikan sementara.

"Jemaah haji sudah diimbau tidak lagi ke Masjidil Haram karena persiapan wukuf. Untuk shalat wajib, kebanyakan memanfaatkan shalat di masjid terdekat hotel," katanya.

DEKAT DARI MASJID --Jemaah Haji KBIH Varita yang tergabung di Kloter 19 Palembang mendapat hotel di kawasan jarwal dekat dengan Masjidil Haram, yang hanya berjarak 900 meter.
DEKAT DARI MASJID --Jemaah Haji KBIH Varita yang tergabung di Kloter 19 Palembang mendapat hotel di kawasan jarwal dekat dengan Masjidil Haram, yang hanya berjarak 900 meter. (ist)

Sementara bagi jemaah haji Kloter 19 Palembang, yang merupakan Kloter terakhir, sepertinya rombongan ini mendapat kemudahan dan keistimewaan. Pasalnya, hotel tempat mereka menginap termasuk hotel terbesar dengan 5 Tower yang mampu menampung 25.000 orang jemaah haji.

Hotel ini berada di kawasan Jarwal, yang hanya berjarak 900 meter dari masjidil Haram.

Seperti diungkapkan Zainal, jemaah haji dari KBIH Varita Pusri, yang mengungkapkan, kendati bus shalawat dihentikan, bagi mereka tak begitu bermasalah. "Cukup 15 menit berjalan kaki, sudah sampai ke Masjidil Haram," katanya.

Kendati diakui oleh Zainal, akses jalan menuju Masjidil Haram masih berbukit sehingga saat pergi terasa mendaki, namun saat pulang dari Masjid, jemaah jalannya menurun. "Alhamdulillah, kami dari KBIH Varita dapat kemudahan. Hotel jemaah haji lain jauh©jauh, kami tergolong dekat," katanya.

Pertemuan
Bertempat di Hotel Al Wehda I tower Hotel area jarwal Mekkah berlangsung pertemuan Konsolidasi petugas haji Indonesia dalam rangka persiapan Arafah, Musdhalifah dan Mina (Armuna).

Hadir dalam acara itu, Amirul Haj Menteri Agama RI H Lukman Hakim, Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi, perwakilan DPR RI, DPD, Kemenag, Kemenkes, dan pejabat tinggi lainnya. 

Dalam pertemuan itu, Menag Lukman Syaifudin mengingatkan petugas haji untuk tetap berkomunikasi dan Konsolidasi sehingga pelayanan kepada jemaah haji, terus-menerus menjadi lebih baik.

"Khusus saat pelaksanaan melontar di jamarat, harus menjadi perhatian. Kepada Ketua Kloter, juga harus disiplin dan terus memantau konsisi jamarat," katanya.

Penulis: Husin
Editor: muhammad husin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved