Berita OKU Timur

Debit Air Sungai Komering di OKU Timur Turun, Ciptakan Pulau-pulau Kecil, Penambang Pasir Sumringah

Terkadang jika kemarau terjadi cukup lama, pulau tersebut akan ditumbuhi rumput dan tidak tergenang lagi.

Debit Air Sungai Komering di OKU Timur Turun, Ciptakan Pulau-pulau Kecil, Penambang Pasir Sumringah
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Akibat kemarau yang sudah berlangsung selama beberapa minggu menyebabkan debit air Sungai Komering di OKU Timur turun dan menciptakan pulau-pulau kecil. Gambar diambil Sabtu (4/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kemarau yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir menyebabkan menurunnya debit air Sungai Komering dan menciptakan pulau-pulau kecil baik di pinggir sungai maupun di tengah sungai.

Sedimentasi aliran sungai tersebut selain disebabkan oleh material longsor di hulu sungai juga disebabkan karena penyedot pasir tidak bisa mengambil pasir dari tengah sungai dan menyebabkan tumpukan tanah yang terus meningkat seiring menurunnya debit air.

Baca: Support Raih Suara Maksimal, Golkar Palembang Siapkan Tiket Umroh bagi Kader Berprestasi

"Setiap musim kemarau selalu ada pulau-pulau kecil yang muncul di tengah sungai."

"Terkadang jika kemarau terjadi cukup lama, pulau tersebut akan ditumbuhi rumput dan tidak tergenang lagi."

"Hal itu dapat menyebabkan perpindahan aliran sungai," ujar Novi (42), warga Martapura Ketika dikonfirmasi, Sabtu (4/8/2018).

Menurut Novi, potensi aliran Sungai Komering berpindah selalu ada mengingat gerusan air terus mengikis pinggiran sungai sementara pinggiran lainnya terus mengalami pendangkalan dan menciptakan pulau-pulau kecil.

Baca: Jasad Bandit Kelas Kakap Bertato dan Jimat Kulit Harimau, Baru Ditemukan 2 Hari Setelah Ditembak

"Menurut keterangan orang tua dahulu aliran sungai sudah bergeser lebih dari 10 meter dari tempat saat ini."

"Dahulu tidak ada istilah bronjong. Sungai dibiarkan mencari jalan sehingga terkadang mengikis perkebunan dan menciptakan aliran sungai baru," katanya.

Selain menciptakan pulau-pulau kecil lanjutnya, kemarau juga memberikan keuntungan bagi penambang pasir tradisional yang hanya mengandalkan tenaga tanpa menggunakan mesin.

Baca: Siap Sambut Atlet Asian Games 2018, Ini Kumpulan Foto Venue Panjat Tebing di Jakabaring Sport City

Dengan menurunnya debit air tentu saja penambang pasir tradisional sangat mudah mengambil pasir tanpa harus menyelam seperti saat musim hujan.

"Saat musim hujan penambang pasir biasanya menyelam mengambil pasir. Namun ketika musim kemarau, mereka tinggal mengambil saja dan membawanya ke pinggir sungai untuk dijual kembali," jelas Hendra (30) salah satu penambang pasir ketika dikonfirmasi.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved