Berita Palembang

Meskipun DP 0 Persen, Ini Kata REI Sumsel Soal Kualitas Bangunan Rumah

memberikan dampak positif terutama soal target penjualan rumah di 2018 baik subsidi maupun komersil yang diyakini bisa tercapai.

Meskipun DP 0 Persen, Ini Kata REI Sumsel Soal Kualitas Bangunan Rumah
www.shutterstock.com
Ilustrasi properti 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.Com PALEMBANG -- Adanya pelonggaran kewenangan kepada industri perbankan untuk mengatur sendiri jumlah LTV/FTV dari fasilitas kredit/pembiayaan perumahan, khususnya untuk rumah pertama, menjadi angin segar bagi bisnis properti.

Menurut Sekertaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sumatera Selatan, Zewwy Salim hal ini memberikan dampak positif terutama soal target penjualan rumah di 2018 baik subsidi maupun komersil yang diyakini bisa tercapai.

"DP yang lebih ringan atau bahkan sampai 0 persen tentu akan membuat pergerakan sangat positif untuk daya beli masyarakat. Dengan target 12 Ribu unit di tahun ini kami sangat optimis bisa tercapai," jelasnya, Rabu (11/7/2018)

Dengan adanya pelonggaran tersebut, kata Zewwy, secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan pasar, sehingga mau tidak mau membuat para pengembang sedikit bekerja keras agar bisa secara maksimal menyediakan unit perumahan.

"Kalau soal permintaan kita siap suplai, namun harapannya pemerintah selaras dengan kebijakan pelonggaran tersebut dan perbankan tidak menaikan suku bunga untuk rumah komersil, karena satu sama lain saling berkaitan," ujarnya.

Walau menjadi angin segar bagi bisnis properti, namun pengembang tidak mau menjadikan momen ini sebagai aji mumpung.

Pengembang berkomitmen tetap akan mengedepankan kualitas bangunan dan memfilter konsumen yang memang belum memiliki rumah.

Jangan sampai dengan pelonggaran DP 0 persen tersebut membuat peningkatan resiko kredit macet naik.

"Jadi tak semuanya kita terima, kita akan lihat kredibilitas orang yang akan mengambil rumah itu. Seleksi administrasi sudah pasti akan lebih ketat. Kalau rumah subsidi yang diambil sudah pasti rumah pertama, nah kalau rumah komersil ada juga yang rumah pertama, kita akan lihat dulu," ujarnya.

Namun, jika melihat respon pasar selama 2-3 tahun terakhir, minat daya beli masyarakat masih didominasi oleh penjualan rumah subsidi.

Sedangkan pergerakan penjualan rumah komersil tak begitu menggembirakan.

"Dengan posisi seperti ini kami pengembang tak bisa semerta-merta menaikan harga terutama untuk komersil. Itupun yang dijual adalah rumah yang sudah siap," ungkapnya.

Ia pun berharap besar, kebijakan ini akan bisa mengerek penjualan properti khususnya rumah komersil. "Sampai semester pertama penjualan sudah 50 persen dari target. Semoga kebijakan ini benar-benar mendongkrak penjualan," tutupnya.

Baca: Bayar Parkir di Bandara Tidak Perlu Repot, Cukup Pakai e-Money, di Sini Tempat Mendapatkannya

Baca: KPK Soroti Kantor Unit Layanan Pelelangan Ogan Ilir, Ternyata Ini Sebabnya

Baca: Gubernur Sumsel Alex Noerdin Jadi Inspektur Upacara HUT Bhayangkara ke-72 Tahun 2018

Baca: 5 Ponsel Paling Ditunggu di Tahun 2018, Disebut Jadi Ponsel Masa Depan!

Baca: Pelaku Begal Sadis di Sukarami Palembang, Ternyata Segini Jumlahnya Hingga Tewaskan Korban

Baca: Pelaku Begal Sadis di Sukarami Palembang, Ternyata Segini Jumlahnya Hingga Tewaskan Korban

Baca: Niat Nonton Bola di Stadion JSC, Pria OI Ini Malah Kehilangan Motor

Baca: Ilham Wakili Indonesia ke Korea Selatan di Ajang Kompetensi Matematika, Ini Kata Gurunya

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help